Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Tragedi Jatuhnya Pesawat Rusia Airbus A321

Tragedi Jatuhnya Pesawat Rusia Airbus A321

Sketsanews.com – Tragedi jatuhnya pesawat Airbus A321
Pesawat Airbus A 321 milik maskapai Kogalymavia membawa 224 orang dipastikan jatuh di wilayah Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015).

Foto : wowberita.org
Foto : wowberita.org

Pesawat Kogalymavia jatuh di Sinai, Mesir, 31 Oktober lalu, menewaskan 224 penumpang dan kru. Hingga kini, 100 jasad korban tragedi pesawat itu telah ditemukan di sekitar puing-puing pesawat.

Sebagaimana yang dirilis oleh beberapa media online bahwa kronologi tragedi jatuhnya pesawat penumpang Rusia bermula ketika pesawat Airbus A321 dengan nomor penerbangan 7K-9268 milik Maskapai Metrojet Kogalymavia dijadwalkan lepas landas dari wilayah Sharm el Sheikh, Mesir menuju St. Petersburg, Rusia pada 30 Oktober 2015.

Namun, 23 menit usai take off dari Bandara Sharm el Sheikh pesawat itu hilang kontak dengan pihak Air Traffic Control (ATC) bandara. Ternyata, beberapa menit setelahnya Kantor Perdana Menteri (PM) Mesir, Sharif Ismail, mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat Airbus A321 itu jatuh di wilayah Sinai tengah.

Beberapa pihak mulai melakukan penyelidikan atas penyebab jatuhnya Pesawat A321 milik maskapai Rusia di Semenanjung Sinai, Mesir, Sabtu (31/10) lalu. Inggris dan Amerika adalah dua diantaranya. Dikutip dari Kompas Internasional, pihak berwenang Inggris mengirim tim pakar penerbangan ke bandara di kota wisata Sharm El-Sheikh, Mesir, dari mana pesawat Rusia itu terbang menuju ke Petersburg. Untuk menganalisis kondisi keamanan di sana sebelum semua pesawat Inggris diizinkan meninggalkan kawasan itu.

Pesawat penumpang Rusia yang mengalami kecelakaan di Mesir pekan lalu bukan disebabkan kegagalan teknis, demikian pejabat penerbangan Prancis yang mengikuti penyelidikan kasus ini kepada BBC.

Seperti dikutip Kantor berita AFP, peneliti Prancis yang mendalami kecelakaan di udara itu mengatakan, perekam data penerbangan telah menunjukkan bahwa “semuanya berjalan normal selama penerbangan, bahkan benar-benar normal, dan tiba-tiba semuanya hilang.”

Adapun penyelidik Inggris yang meneliti penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai, meyakini bahwa sebuah bom diletakkan di dalam pesawat sebelum lepas landas.

Wartawan BBC mengatakan sekalipun para pejabat Inggris belum menutup kemungkinan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan teknis, mereka beranggapan hal itu kecil kemungkinannya.

Data intelejen baru didapat hari Rabu (04/11) dan Pusat Analisis Terorisme dalam beberapa hari ini sedang meneliti apa yang menyebabkan jatuhnya pesawat.

Presiden Rusia Vladimir Putin bereaksi keras setelah menerima laporan penyebab pesawat Rusia yang jatuh di Pegunungan Sinai akhir bulan lalu adalah karena bom yang ditanam di dalam pesawat.

Presiden Rusia itu bersumpah akan mengintensifkan serangan udaranya terhadap ISIS di Suriah dan akan melakukan pencarian besar-besaran terhadap teroris yang menanam bom di pesawat Kogalymavia bulan lalu.
Pernyataan ini datang menyusul konfirmasi Rusia pada Selasa (17/11) bahwa pesawat Airbus A321 itu jatuh akibat bom.
“Kami akan menemukan mereka di mana pun di atas bumi dan menghukum mereka,” kata Putin. (www.cnnindonesia.com)

Analisis

Berdasarkan data dan fakta yang ditemukan maka ada beberapa kemungkinan tentang jatuhnya pesawat metrojet a321 milik Rusia :

1.Bisa ini merupakan kecelakaan murni berkenaan dengan kondisi pesawat yang sudah tua meskipun pesawat ini mendapat sertifikat layak terbang dari otoritas Irlandia, pada Mei lalu. Sebagaimana apa yang disampaikan juru bicara Otoritas Penerbangan Irlandia, seperti dilansir Reuters, Senin (2/11/2015), pesawat jenis Airbus A-321 ini didaftarkan di Irlandia, yakni pada Willmington Trust SP (Dublin) Ltd dan kemudian disewakan ke maskapai Rusia, Kogalymavia yang berkantor di Siberia.

2.Berdasarkan data intelijen meyakini bahwa pesawat jatuh karena ada bom yang ditanam pada awak pesawat tersebut. Ini tidak menutup kemungkinan benar, pertanyaan yang muncul adalah siapa yang ada dibalik peristiwa tersebut. Ada dua kemungkinan, pertama; bisa jadi ini dilakukan oleh kelompok tertentu, dalam hal ini ISIS, sebagaimana yang dinyatakan oleh pemerintah Rusia. Mengapa ini bisa terjadi karena Rusia sendiri merupakan Negara yang pro dengan Iran, tapi yang jadi masalah adalah kenapa pihak keamanan tidak bisa mendeteksi kalau itu ada bahan peledak.

3.Kemungkinan yang kedua adalah ini murni ulah tangan intelijen asing khususnya Inggris. Bisa jadi Inggris bermain di dalamnya, mengapa demikian? Karena sekarang Inggris dan Rusia sedang melakukan perang diplomatic. Dalam perang diplomatic ini, Uni Eropa dan Amerika Serikat membela Inggris karena Kremlin tidak mau menyerahkan warganya yang terlibat pembunuhan seorang agen Inggris. Puncak ketegangan antara Inggris dan Rusia adalah ketika Inggris mendeportasi 4 orang diplomat Rusia dan membatasi visa para diplomat tersebut. Akhirnya Rusia memutus hubungan dengan Inggris dalam memerangi terorisme.

4.Kenapa pesawat harus meledak di Sinai, karena wilayah tersebut merupakan basis militant ISIS. Sehingga akan dengan mudah melakukan propaganda bahwa pelaku peledakan adalah ISIS. Padahal ini bisa saja merupakan bentuk rekayasa yang dilakukan oleh Inggris agar Rusia melakukan penyerangan terhadap ISIS. (Jp)

%d blogger menyukai ini: