Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Al-Mourabitoun di #MaliAttacks di Hotel Radisson Blu, Bamako ?

Al-Mourabitoun di #MaliAttacks di Hotel Radisson Blu, Bamako ?

Sketsanews.com – Dunia beralih ke  #RadissonBlu, penyerangan disertai penyaderaan oleh Miltan Islam di Hotel Radisson Blu, Ibukota Mali, Bamako pada Jumat (20/11/2015). Saat ini Hotel sudah dalam kondisi terkendali, serangan telah usai, sandera bebas.

Perancis dan pasukan khusus AS yang terlibat dalam operasi penyelamatan di sebuah hotel bintang lima di ibukota Mali, Bamako telah mengambil alih kendali, seluruh sandera telah dibebaskan.

Saat kejadian Televisi lokal memberitakan 80 sandera telah meninggalkan gedung pada siang hari tadi, namun Manajemen Hotel dalam websitenya pada 13:00 CET (waktu setempat) merilis tamu berjumlah 124 orang  dan 13 Karyawan hotel masih ditawan oleh Militan Islam.

Penembak berteriak “Allahu Akbar,” dalam bahasa arab, di pagi hari, melepaskan tembakan di luar hotel mewah di pusat ibukota sebelum bergegas ke dalam. “Sekitar 10 orang bersenjata tiba pagi dan menembak semua penjaga di depan Radisson,” kata pemilik usaha Garba Konate kepada Al Jazeera.

Al-Mourabitoun, sebuah kelompok militan Islam Nigeria yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu – klaim yang belum dikonfirmasi secara independen. Laman surat kabar Prancis Le Monde mengutip saksi mata langsung mengatakan bahwa para penyerang berbicara dengan aksen Nigeria.

Media Reuters mengutip dari Menteri Keamanan dalam Negeri, Kolonel Salif Traore mengatakan bahwa ada tiga orang tewas, dan dua terluka oleh orang-orang yang bersenjata, yang menerobos keeamanan di pintu masuk hotel sekira pulul 7.00 GMT, memuntahkan tembakan  dengan pekik “Allahu Akbar” dalam bahas Arab.

 

Selain 12 awak maskapai Air France, yang juga menginap di Hotel Radisson Blu saat serangan terjadi antara lain adalah enam awak Turkish Airlines, 20 warga India, dan 10 warga Cina.

Presiden Prancis, Francois Hollande, menanggapi serangan di negara bekas koloni Prancis ini dengan mengatakan: “Kita sekarang seharusnya berdiri tegak dan memperlihatkan solidaritas kita dengan negara sahabat Mali.”

 

Idrissa Sangare, seorang wartawan lokal di tempat kejadian, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pejabat PBB memegang kendali di hotel. “Ada banyak orang yang terluka di dalam hotel, saya diberitahu – lebih dari 40 orang,” katanya.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: