Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News, Tekno-Sains Bantahan Serangan Jakarta – Bingung, Anonymous vs Provokator Anonim

Bantahan Serangan Jakarta – Bingung, Anonymous vs Provokator Anonim

Sketsanews.com – Karena aku siluman hacker Anonymous, banyak pihak yang mencatut namanya guna menyebarkan berita bohong, hoax atau provokasi lainnya. Baru-baru ini akun Twitter @YourAnonNews, membantah telah menyebarkan serangan ISIS ke berbagai negara.

“Kami tidak menyebarkan rumor apapun soal kemungkinan serangan ISIS di masa depan, dan sayangnya, kami tak tahu dari mana rumor itu berasal,” tulis mereka.

 

Tak cuma membantah, melalui akun Twitternya yang lain, Anonymous pun kemudian mengeluhkan seringnya nama mereka digunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. “Menurutku kemampuan viral #Anonymous saat ini benar-benar sedang dimanipulasi,” tulis Anonycast.

Ada juga akun @AnonyOps yang menyebut bahwa nama Anonymous selain dimanipulasi juga digunakan sebagai alat propaganda balasan, dikutip detikINET dari news.com.au, Senin (23/11/2015).

Saking banyaknya akun Twitter yang mengaku sebagai Anonymous, seorang netizen pun akhirnya bertanya. “@YourAnonNews terlalu banyak laman Twitter Anon, bagaimana kami bisa tahu mana yang asli dan mana yang bukan?!?” tulis @cloudburst1988.

Sayangnya, tanggapan dari pertanyaan itu pun tak bisa menjawab. “@cloudburst1988 Tak ada akun Twitter Anonymous yang resmi, silahkan ambil konklusi sendiri,” tulis @YourAnonNews.”

Soal akun resmi ini, Gizmodo pernah menulis, bahwa tak ada yang benar-benar ofisial jika berkaitan dengan Anonymous. Namun akun Twitter @YourAnonNews bisa dibilang adalah juru bicara dari grup Anonymous.

Sebelumnya diketahui bahwa sub kelompok Anonymous yang bernama OpParisIntel mengklaim sudah menemukan detail informasi terkait serangan ISIS. Informasi ini menyebar setelah teror berdarah di Paris.

Sejumlah lokasi yang diincar adalah beberapa lokasi di Paris, acara WWE di Atlanta Amerika Serikat, acara di Milan, Libanon dan Indonesia. Khusus di Indonesia, titik yang disebutkan menjadi target adalah acara one day one juz di masjid Al Jihad Karawang, Minggu (22/11/2015).

Namun saat dikonfirmasi detikcom, acara di masjid tersebut lancar tanpa gangguan. “Alhamdulillah lancar. Tak ada gangguan. Sudah diantisipasi pihak pengamanan,” kata Deni, ketua dewan pengurus area Karawang yang menangani acara tersebut, kepada detikcom.

Di Atlanta, Amerika Serikat, acara gulat WWE dijaga ketat aparat. FBI turun tangan menjaga pengamanan di sana dan menganggap laporan ini sangat serius.

 

Rilis Serangan ISIS yang diragukan :

Kabar berita sebelum ini, dalam artikel ISIS Rencanakan Serangan di Dunia, mengungkap daftar lengkap kegiatan yang menjadi target serangan ISIS yakni:
• Acara Cigales Electroniques with Vocodecks, RE-Play & Rawtor at Le Bizen (Paris)
• Acara Concrete Invites Drumcode: Adam Beyer, Alan Fitzpatrick, Joel Mull at Concrete (Paris)
• Aksi Demonstrasi kelompok hak-hak perempuan (Paris)
• Perayaan Raja Kristus (Roma/Seluruh Dunia)
• Kegiatan Al-Jihad, One Day One Juz (Indonesia)
• Konser grup musik Five Finger Death Punch (Milan)
• Kampus University Pastoral Day (Holy Spirit University of Kaslik, Lebanon)
• Acara gulat profesional WWE Survival Series (AS)

 

Perang Hacker Anonymous vs Hacker ISIS

Kelompok peretas Anonymous merilis video yang mengecam ISIS bahwa, “Anonymous dari seluruh dunia akan memburu kalian semua.”

Mereka mengancam bakal memberlakukan operasi terbesar sebagai bentuk perlawanan ISIS. “Tunggu saja serangan siber yang masif. Kami menyatakan perang. Bersiaplah,” tutur seorang bertopeng di dalam video.

Baca sebelumya : Anonymous Beberkan Langkah-langkah “Nge-hack” ISIS

Pihak ISIS akhirnya menanggapi ancaman dari Hacker Anonymous dalam sebuah pesan di saluran Telegram, lengkap dengan sejumlah instruksi tentang bagaimana mencegah serangan siber oleh Anonymous.

Baca Sebelumnya : ISIS Gunakan Telegram

“Video ancaman dari Anonymous yang menyatakan mereka bakal menggelar operasi peretasan besar terhadap orang-orang di Negara Islam,” ungkap pihak ISIS, dikutip dari CNN.

Mengenai instruksi peretasan, ISIS menyarankan kepada para anggotanya agar tidak membuka tautan apapun yang tak jelas sumbernya. Lalu mereka juga akan mengubah alamat IP secara berkala dan menyarankan agar tidak berbicara dengan orang-orang yang tak dikenal melalui Telegram ataupun direct message di Twitter.

Situs berita Business Insider melaporkan, pesan tersebut kemudian diteruskan ke berbagai siaran Telegram yang berkaitan dengan anggota ISIS.

(in)

%d blogger menyukai ini: