Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Menteri Bidang Ekonomi Perburuk Citra Presiden

Menteri Bidang Ekonomi Perburuk Citra Presiden

gaduh-menteri-bidang-ekonomi-perburuk-citra-presiden-x1p
Sketsanews.com – Menjelang akhir 2015, isu perombakan Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali diperbincangkan. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, kegaduhan para menteri membuat citra Presiden semakin buruk.

Menurut Analis Ekonomi Politik, Kusfiardi, isu reshuffle Kabinet Kerja jilid II tak perlu dihebohkan dengan pernyataan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, bahwa akan terjadi perombakan kabinet di pengujung tahun pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo ini dikarenakan masih banyaknya menteri berkualitas KW 2 dan KW 3.

Dia mengatakan, “Banyak PR (tugas) bagi para menteri bidang ekonomi yang belum tuntas untuk mendukung Nawacita Jokowi. Misal, di sektor ekonomi bagaimana para menteri bidang ekonomi memenuhi target pendapatan pajak sebesar Rp 1.294,2 triliun. Karena hingga Oktober 2015 lalu penerimaan pajak baru Rp758,2 triliun atau 58,59 persen,” bebernya, seperti dilansir Sindonews.com, Senin (24/11/2015).

Selain itu, kinerja kabinet juga terganggu dengan sikap sejumlah menteri yang terlalu menunjukkan perbedaan pendapat ke publik. Seperti ketegangan yang terjadi Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan Menteri Perdagangan, yang saat itu masih dijabat Rahmat Gobel terkait rencana impor garam.

Dia mengungkapkan, “Bagaimanapun penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Dengan begitu, tergantung pada Presiden dalam menjalankan hak prerogatifnya. Tujuannya adalah memastikan pemerintahan bisa bekerja efektif,” ungkapnya.

Kusfiardi menambahkan, harusnya Presiden bisa menunjukkan leadership yang kuat terhadap jajaran kabinet pemerintahannya. “Perselisihan pendapat antar menteri semacam itu sebaiknya tidak perlu sampai mengemuka, karena hanya akan membuat komunikasi antara menteri menjadi tidak kondusif, dan memperburuk citra kepemimpinan Presiden” tandasnya. (Su)

%d blogger menyukai ini: