Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Bom Tunisia, 13 Pengawal Presiden Tewas, Statemen ISIS

Bom Tunisia, 13 Pengawal Presiden Tewas, Statemen ISIS

Sketsanews.com – Bom bunuh diri di tengah dalam bis yang berisi puluhan pengawal presiden Tunisia menewaskan 13 orang dan 17 lainnya terluka di area Mohamed V Avenue, pada Selasa (24/11/2015).

ISIS claims Tunisia bombing that killed 12 members of presidential guard | @Slate

Menurut aparat keamanan, bom meledak sesaat setelah para pengawal presiden naik ke bus untuk diantar ke istana presiden di pinggiran kota. Diduga pengebom meledakkan diri dengan sabuk peledak di dalam bus.

“Saya sedang di Mohamed V, bersiap masuk ke dalam mobil, saat terjadi ledakan besar. Saya melihat bus melayang. Mayat-mayat dan darah dimana-mana,” kata saksi mata Bassem Trifi, dikutip oleh atjehcyber dari Reuters

Bom bunuh diri Tunisia, Puluhan Paspamres Tewas | Foto @detikcom

Berdasarkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri, 12 orang terbunuh dan 17 lainnya terluka dalam peristiwa itu. Belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas pengeboman itu.

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi membatalkan lawatan ke Eropa dan menerapkan jam malam hingga Rabu pukul 5 pagi. Essebsi kembali menerapkan keadaan darurat selama satu bulan, yang memungkinkan pemerintah memiliki kekuatan eksekutif yang fleksibel, kewenangan aparat keamanan yang lebih luas dan membatasi beberapa hak sipil.

 

Statemen ISIS

#ISIS in an official statement claims responsibility of #Tunisia|n Presidential Guards bus suicide attack yesterday | @RamiAlLolah

 

ISIS/ISIL menyatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sebuah bus yang membawa pengawal presiden di ibukota Tunisia, Tunis.

Pesan pada media sosial menyatakan pembom bunuh diri melakukan serangan yang membunuh 13 orang itu. Ransel dan ikat pinggang berisi bahan peledak seberat 10 kg digunakan, kata Kementerian Dalam Negeri Tunisia, dikutip dari BBC.

 

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Serukan Perang melawan Terorisme

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi mengatakan dalam rapat darurat Dewan Keamanan Nasional hari Rabu (25/11), satu-satunya hal yang sebaiknya ada dalam pikiran warga Tunisia adalah bahwa negara mereka sedang terancam bahaya. Ia mengatakan semua langkah berjaga-jaga saat ini adalah bagian dari perang yang lebih luas melawan terorisme.

“Saya juga ingin menekankan bahwa perang melawan terorisme bukan hanya tanggung-jawab pemerintah, bukan hanya pasukan keamanan, bukan hanya angkatan darat,” kata Essebsi.

“Perang melawan terorisme adalah tanggung-jawab nasional,” tegasnya, dikutip dari VOA.

(in)

%d blogger menyukai ini: