Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News FBI paksa Muslimah Turun Dari Pesawat Amerika

FBI paksa Muslimah Turun Dari Pesawat Amerika

Sketsanews.com – Kameelah Rasheed (30), muslimah Amerika ini mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berada di Bandara Internasional Newark Liberty dalam perjalanan liburannya ke Istanbul, Turki. Ia sempat diizinkan untuk berangkat menggunakan United Airlines, namun, pada saat pesawat hendak berangkat ia diminta turun dari pesawat oleh FBI.

 Kameelah Rasheed, muslimah Amerika ini dipaksa turun dari pesawat Amerika.(Foto Aljazeera)

Kameelah Rasheed, muslimah Amerika ini dipaksa turun dari pesawat Amerika.(Foto Aljazeera)

Setelah diminta turun dari pesawat petugas bea cukai juga menyita paspor dan ponsel miliknya.

Seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (26/11), tanpa merasa pernah melakukan kesalahan apapun, Rasheed dipanggil oleh petugas bea cukai. Ia kemudian sempat diizinkan untuk berangkat menggunakan United Airlines, sebelum akhirnya diminta untuk turun dari pesawat oleh FBI. Padahal pesawat sudah bersiap-siap hendak terbang.

”Ini upaya untuk mempermalukan saya. Semua ini terjadi, karena saya muslim dan akan pergi ke Turki,” kata wanita lulusan Universitas Stanford ini.

Kontributor editor di The New Inquiry itu juga menyayangkan, perlakuan yang diskriminatif tersebut. Karena hanya ia satu-satunya penumpang dari sekitar 200 orang, yang diperlakukan demikian.

”2,5 jam itu benar-benar membuat saya trauma. Mereka tidak memahami apapun hal ini sangat mengganggu saya,” kata Rasheed.

Hingga akhirnya, pihak keamanan membuktikan Rasheed ‘bersih’ dan mengizinkannya kembali terbang. Namun, Rasheed akhirnya membatalkan perjalanannya. Meskipun, sudah ditawari tiket pengganti.

”Saya tidak menyangka Islamophobia akan terjadi lagi setelah serangan Paris. Saya benar-benar dibuat trauma dan tidak memikirkan untuk terbang lagi,” katanya.

Selama diperiksa, Rasheed mengaku diintimidasi dengan pertanyaan yang terus diulang beberapa kali. Jenis pertanyaannya sama, mengenai alasan Rasheed ke Turki dan mengapa hanya memesan tiket sekali jalan saja.

”Kenapa kamu pergi? Kemana saja akan pergi di Istanbul? Bagaimana Anda mampu untuk pergi berlibur? Berapa harga tiket yang kamu keluarkan?,” cerita Rasheed mengulang pertanyaan petugas padanya.

”Mereka mengutuk saya karena muslim dan mengajukan pertanyaan yang tak masuk akal. Jelas saya tidak akan ke perbatasan Suriah. Saya hanya akan pergi ke lokasi wisata, untuk melihat Hagia Sophia dan menaiki kapal feri untuk menyeberangi Boshorus,” kata Rasheed.

Atas perlakuan itu, Rasheed hanya bisa pasrah. Ia merasa bukan satu-satunya muslimah yang mendapat intimidasi pasca meningkatnya aksi terorisme akhir-akhir ini.

”Ini adalah konsekuensi saya sebagai seorang muslim, berkulit hitam dan tinggal di Amerika,” lanjutnya.

Sejak serangan diParis, islamophobia memang kembali meningkat di kawasan Eropa. Hal yang sama juga terjadi dengan warga Amerika asal Philadelphia, Maher Khalil dan Anas Ayyad. Mereka harus batal berangkat dan diperiksa aparat keamanan, hanya karena ada seorang penumpang mendengar mereka berbicara dalam bahasa Arab dan merasa tidak nyaman jika harus terbang di pesawat yang sama.

Pekan sebelumnya, Spirit Airlines juga menurunkan paksa empat penumpang keturunan Timur Tengah dalam penerbangan dari Baltimore menuju Washington.(Ki)

%d blogger menyukai ini: