Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News PM Davutoglu Mengakui Perintah Tembak Bomber Su-24 Rusia

PM Davutoglu Mengakui Perintah Tembak Bomber Su-24 Rusia

Sketsanews.com – Di saat muncul banyak keraguan, PMAhmet Davutoglu tiba-tiba mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pesawat jet pembom Su-24 Rusia yang dia sebut sebagai kecelakaan. Pengakuan PM Turki itu disampaikan kepada media Kanada, ThinkPol.

”Meskipun semua peringatan (diberikan), kami harus menghancurkan pesawat,” katanya dalam pertemuan partai politiknya. “Angkatan Bersenjata Turki melakukannya atas perintah saya pribadi,” aku PM Turki itu, dikutip dari Sindonews.

Turki sebelumnya mengklaim telah memberikan peringatan selama lima menit kepada pilot tempur Rusia agar menjauh dari perbtasan Turki sebelum akhirnya pesawat tempur F-16 Turki menembak pesawat jet pembom Rusia itu. Tapi, salah satu pilot pesawat Su-24 yang masih hidup menyangkal klaim Turki. Menurutnya, tidak ada peringatan yang diberikan oleh Turki dan tiba-tiba pesawat tempur Rusia ditembak jatuh.

Dalam insiden yang menghancurkan pesawat jet pembom itu, salah satu pilot Rusia tewas. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tetap menyalahkan Rusia yang dia anggap melanggar wilayah udara Turki, meski Rusia dengan data radar telah menyangkal tuduhan itu, terlebih faktanya pesawat jet itu jatuhnya di wilayah Suriah, bukan Turki.

”Kami tidak ingin situasi ini terjadi, tapi semua orang harus menghormati hak Turki untuk membela perbatasannya,” katan Erdogan kepada wartawan.”Tindakan militer sepenuhnya sejalan dengan aturan Turki.”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia telah memberikan bukti video yang membuktikan bahwa pesawat jet pembom tidak pernah memasuki wilayah udara Turki. Hal itu bertentangan dengan klaim Ankara yang menuduh bahwa pesawat jet pembom Su-24 Rusia melanggar wilayah udara Turki selama 17 detik.

Pengakuan PM Davutoglu diduga sebagai respons atas pernyataan keras Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang menyatakan penembakan pesawat jet pembom Su-24 telah direncanakan.

”Kami memiliki keraguan yang serius bahwa itu tidak disengaja, sepertinya provokasi yang direncanakan,” katanya. “Kami tidak berencana untuk mengobarkan perang melawan Turki, sikap kami terhadap orang-orang Turki tidak berubah. Kami memiliki pertanyaan hanya kepada pemimpin Turki.”

 

(in)

 

%d blogger menyukai ini: