Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kronologi Penyekapan Terduga 9 Santri yang berujung Tewasnya Santri Ponpes MA Raudlatut Tahlibin

Kronologi Penyekapan Terduga 9 Santri yang berujung Tewasnya Santri Ponpes MA Raudlatut Tahlibin

Sketsanews.com – Polres Tuban menetapkan sembilan tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap Teguh Purnomo (15) asal Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, siswa Madrasah Aliyah (MA) Raudlatut Tahlibin di Desa Tanggir, Kecamatan Singgahanm Selasa (1/12/2015) siang.

Warta Jatim Raya menginformasikan, Penetapan tersangka itu setelah penyidik mengidentifikasi luka bekas penganiayaan, olah tempat kejadian perkara di asrama, serta meminta keterangan kepada pelaku.

Wakil Kapolres Tuban, Kompol Ali Machfud mengatakan, pada saat memeriksa pelaku yang berumur antara 16 sampai 18 tahun ini, mereka mengaku nekat menganiaya temannya karena merasa kesal, sebab barang dan uangnya seringkali hilang.

 

Kronologis Kejadian Berdasar Keterangan Wakil Kapolres Tuban

Para pelaku mengaku sengaja mencurigai korban karena gerak-gerik Teguh yang kerap bertingkah aneh dan mencurigakan. Puncak kekesalan para siswa sekaligus santri itu terjadi setelah seorang penghuni asrama lainnya kehilangan barang pada Minggu (28/11/2015) malam.

“Kemudian, mereka mendatangi korban ketika sedang berada di warung pondok pesantren. Korban kemudian dibawa ke area persawahan belakang pondok untuk dinterogasi,” papar Ali, Selasa (1/12/2015) siang.

Kendati diinterogasi terus menerus, Teguh membantah telah mencuri barang dan uang milik teman-temannya. Karena tak kunjung mengaku, Teguh akhirnya dianiaya dikeroyok hingga tak berdaya.

Tak sampai di situ, para pengeroyok kemudian mengangkat tubuh Teguh lalu mengikatkan di sebuah tempat duduk belakang pondok hingga pagi hari. Di sanalah, teguh kemudian disekap semalam.

Esoknya, para pengeroyok mengunjungi Teguh, namun Teguh sudah tak sadarkan diri. “Mereka panik kemudian membawa korban ke Puskesmas Singgahan. Petugas Puskesmas menyatakan korban sudah meninggal dunia,” terangnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: