Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Patung Liberty Awalnya Ternyata Muslimah Berjilbab

Patung Liberty Awalnya Ternyata Muslimah Berjilbab

Sketsanews.com – Ada fakta mengejutkan yang dirilis Majalah Institusi Smithsonian mengenai patung Liberty. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Patung yang kini berdiri kokoh di Pelabuhan New York, Amerika Serikat tersebut awalnya adalah wanita Muslim berjilbab.

Patung liberty (Foto Wikipedia.org)
Patung liberty (Foto Wikipedia.org)

Jika bukan karena penghematan ekonomi yang dilakukan gubernur Khilafah Utsmani di Mesir saat itu, patung tersebut seharusnya diletakkan di Terusan Suez, Mesir, bukan di Pelabuhan New York, seperti yang ditulis Smithsonian dalam laporannya.

Menurut laporan Daily Beast dikutip dari Huffington Post, pemahat Perancis, Frédéric Auguste Bartholdi, awalnya ingin meletakkan patung Muslimah setinggi 86 kaki atau 26 meter di Pelabuhan Said di salah satu sisi kanal buatan manusia yang menghubungkan Laut Mediterrania dan Laut Merah.

Sementara menurut National Park Service AS, patung yang awalnya difungsikan sebagai mercusuar itu, hendak diberi nama “Egypt Carrying the Light To Asia”, kurang lebih mempunyai arti “Mesir Membawa Cahaya ke Asia”, yang dijadikan simbol kemajuan dan obor di tangannya

Namun, gubernur Mesir pada era Khilafah Utsmani, Isma’il Pasha, menolak proyek yang terinspirasi kunjungan Bartholdi ke Monumen Nubia di Abu Simbel pada tahun 1855 karena dianggap terlalu mahal, tulis Edward Berenson dalam bukunya berjudul “Statue of Liberty: A Transatlantic Story.”

Selanjutnya,Bartholdi memodifikasi rancangannya, yang dikatakan museum Musee D’Orsay di Paris, Perancis, dipengaruhi oleh mitos Colossus of Rhodes. Patung tembaga itu akhirnya dibangun di Perancis dengan dipimpin oleh perancang struktural Gustave Eiffel, pencipta Menara Eiffel.

Bagian-bagian patung tersebut kemudian dikirim ke AS, sebelum akhirnya dirakit dan diresmikan pada 28 Oktober 1886. Liberty adalah hadiah masyarakat Perancis kepada AS.

Dari dasar hingga ke ujung obor, “Lady Liberty” memiliki tinggi 92 meter, atau hampir empat kali lipat dari rancangan awal Bartholdi.

Terusan Suez sendiri usai dibangun pada November 1869. Sementara, pelabuhan Said di Mesir sendiri kini memiliki sebuah mercusuar setinggi 38 meter.(Ki)

%d blogger menyukai ini: