Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News #AIDSDay Fakta, Kisah Mahasiswi Tularkan Aids dan Solusi Islam

#AIDSDay Fakta, Kisah Mahasiswi Tularkan Aids dan Solusi Islam

Sketsanews.com – Memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember, human immunideficiency virus (HIV) AIDS masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling signifikan di dunia.

MetroTV yang mengutip dari Thomson Reuters Foundation mencatat, perempuan muda di negara-negara berpenghasilan kecil dan menengah seperti sub-Sahara Afrika menjadi salah satu negara paling berisiko terjangkit virus HIV/AIDS dengan angka yang cukup tinggi.

Virus HIV/AIDS pertama kali diidentifikasi pada 1984. Untuk menunjukan dukungan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan mengingat mereka yang meninggal akibat virus tersebut, diperingatilah 1 Desember sebagai hari AIDS sedunia.

 

Fakta – Fakta Seputar HIV AIDS Menurut WHO

Selain itu, ada fakta-fakta lain seputar HIV AIDS pada 2015 berdasarkan data-data yang dimiliki Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF dan UNAIDS, di antaranya;

1. Secara global sekitar 36,9 juta orang, hidup dengan HIV termasuk di dalamnya 2,6 juta anak-anak.

2. Diperkirakan, ada 2 juta orang terinfeksi virus HIV AIDS pada 2014.

3. Jumlah kematian remaja karena AIDS meningkat tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir.

4. Diperkirakan, 34 juta orang telah meninggal akibat HIV AIDS, termasuk 1,2 juta diantaranya terjadi pada 2014.

5. AIDS menjadi alasan nomor satu penyebab kematian di kalangan remaja di Afrika dan kedua di kalangan remaja secara global.

6. Sub Sahara Afrika adalah wilayah dengan prevalensi tertinggi terinfeksi HIV/AIDS dengan perbandingan 7 dari 10 gadis remaja usia 15-19 tahun terjangkit virus mematikan tersebut.

7. Awal 2015, 15 juta orang menerima antiretroviral terapi. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pada 2001 yang hanya 1 juta orang saja yang menerima pengobatan untuk perawatan infeksi HIV.

8. 51 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya tanpa harus menjalani tes.

9. Kuba adalah negara pertama yang sukses menghilangkan penularan virus HIV dari ibu ke anak.

 

Yang perlu diketahui, beda HIV dan AIDS

HIV dan AIDS, kedua singkatan ini sering kali disandingkan sehingga orang biasanya menganggapnya suatu kondisi yang sama. Padahal, keduanya adalah diagnosis yang berbeda.

HIV, kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS.

Nama HIV menggambarkan seperti apa virus ini, hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, membuatnya menjadi tidak bisa bekerja efektif seperti seharusnya.

Virus ini hidup dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, dan cairan vagina. Penularannya terjadi melalui hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS tanpa menggunakan kondom, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang sedang dikandung.

Tidak seperti banyak virus lain, sistem imun kita tidak bisa menyerang balik dan membersihkan secara tuntas HIV. Para ilmuwan belum dapat mengetahui mengapa tubuh kita tidak bisa melawan HIV. Meski begitu, obat-obatan dengan sukses bisa mengendalikannya.

Jika HIV adalah virus yang menyebabkan infeksi, AIDS adalah kondisi atau sindrom. Terinfeksi HIV bisa membuat seseorang mengalami AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).

AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Kondisi ini sangat kompleks dan bervariasi pada setiap orang. Gejala AIDS sangat terkait dengan infeksi yang seseorang alami sebagai akibat dari kerusakan sistem imun.

Orang yang sudah masuk pada kondisi AIDS tubuhnya tidak bisa melawan infeksi, sesederhana virus influenza, seperti halnya pada orang yang normal. Mereka juga lebih rentan terkena tuberkulosis, radang paru, jamur, dan infeksi lainnya.

Beberapa tahun lalu, diagnosis HIV atau AIDS berarti lonceng kematian. Namun, berkat penelitian dan pengembangan terapi baru, orang yang terinfeksi virus ini bisa hidup panjang dan produktif.

Orang yang terinfeksi HIV bisa saja hidup sehat tanpa masuk pada tahap AIDS. Meski begitu, orang yang sudah pada kondisi AIDS pasti memiliki virus HIV di tubuhnya. Karena belum ada obatnya, infeksi HIV tidak bisa benar-benar dihilangkan dari tubuh.

 

InfoGrafik data perkembangan HIV-AIDS di Indonesia

 

Kisah Brengsek Penderita AIDS

Balas Dendam, Mahasiswi Tularkan Virus HIV ke 324 Hidung Belang

Gadis yang kehilangan masa depannya itu mendapatkan virus mematikan itu dari seorang pria yang mengencaninya, sebagaimana diungkap Kenyan Daily Post, yang dikutip Mobilelikez.com dan Wartakota.tribunnews.com, Kamis (30/7/2015). Gadis berumur 19 itu, sebut saja Rose, menargetkan bisa menulari 2.000 pria karena dia ditulari HIV oleh seorang pria di suatu malam.

Rose dengan enteng menyatakan, sebanyak 324 pria, 156 di antaranya adalah mahasiswa di Kabarak University, tempat di mana dia sekarang menuntut ilmu. Sisa pria malang yang terjangkit HIV setelah berhubungan badan dengan mahasiswi itu adalah kaum bapak, dosen, pengacara, selebriti, dan politisi.

“Tiada hari kulewati tanpa melakukan hubungan intim, rata-rata sehari dengan empat orang,” katanya menuliskan pengakuannya. “Harimu telah tiba kaum pria karena menghancurkan hidupku, aku akan membuat kalian membayarnya, tidak ada yang bisa menghentikan aku dengan misi untuk tidur bersama kaum pria, mereka itu mungkin suami kalian, saudara pria kalian, pacar kalian, bapak kalian, yang telah tidur bersamaku,” katanya.

 

Pengemudi bajaj Menularkan HIV AIDS Pada 300 Wanita

Laman Tribunnews  pada Kamis, 22 Oktober 2015 mengisahkan, Seorang pengemudi bajaj berusia 31 tahun ditangkap polisi gara-gara mencuri di rumah temannya. Namun, yang paling mengejutkan adalah dia mengaku kepada penyelidik bahwa tengah menderita penyakit HIV/AIDS.

Parahnya lagi, dia telah menularkan penyakit mematikan tersebut kepada 300 wanita melalui hubungan seks tanpa kondom. Mereka termasuk ibu rumah tangga yang jadi korban si pengemudi kendaraan roda tiga itu. Seperti dilansir Times of India, pelaku berasal dari Mirjalguda, Malkajgiri, India.

 

Islam Punya Solusi Atasi HIV/AIDS, Ini 3 Pilar yang Harus Dilakukan

Ternyata Islam mempunyai solusi untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS, yaitu dengan 3 pilar yang ada dalam sistem Islam. 3 pilar itu adalah ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara.

Demikian disampaikan Rahmawaty Widia, SKM, MSi pada seminar HIV/AIDS yang ditaja oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Riau, Minggu (30/11/2014), Rahmawaty tampil sebagai pembicara dengan topik ”Islam Solusi Tuntas Persoalan HIV/AIDS”.

Menurutnya, solusi yang ditawarkan Islam tersebut bersifat kuratif dan preventif. ”Semua itu bisa dicegah asalkan 3 pilar itu bisa berjalan,” jelasnya, dikutip dari Goriau.

(in)

%d blogger menyukai ini: