Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Pengacara Lamborghini Maut Tebar Ancaman ke Media Sosial

Pengacara Lamborghini Maut Tebar Ancaman ke Media Sosial

Sketsanews.com – Amos HZ Taka selaku penasehat hukum Wiyang Lautner (24) tersangka kasus kecelakaan Lamborgini maut menebar iklan di media cetak tertanggal 3/12/2015. Kontan, medsos meramaikan kembali kasus tersebut, termasuk @ferrykoto@Pakdekarwo1950 dan lainnya.

 

Support untuk mengkritisi iklan tersebut dari Gubernur Jawa Timur

 

Baru kali ini ada iklan dari Advokat yang berani mengancam kerja jurnalis

Screenshot iklan tersebut yang diunggah oleh Ferry Koto @ferrykoto dengan catatan “Sejak kapan media boleh diancam memberitakan, soal salah benar, fakta2 hukum, urusan penyidik buktikan di pengadilan.”

//twitter.com/ferrykoto/status/672281974640250885/photo/1

Cuplikan iklan : ” …perihal himbauan/mengingatkan kepada Media Cetak, Media Elektronik (termasuk pengguna Sosial Media, Masyarakat / Individu untuk tidak memberikan pemberitaan/pernyataan yang negatif tanpa didasari dengan bukti-bukti yang kuat yang merugikan klien kami. Sehingga kami akan enempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

 

Jawapos harusnya menolak iklan tersebut …

“Mestinya @jawapos menolak pasang iklan seperti ini, melawan UU Pers, Kebebasan berpendapat, mengancam kerja Jurnalis.Jurnalis berhak beritakan apapun yg ditemukan termsk pendapat dr fakta2.Bila keberatan ada hak jawab,ini koq ngancam.” tweet Ferry.

“Bahkan di kode etik, advokat harus melindungi hak azasi, dan itu termasuk hak berpendapat. Lha koq malah ngancam !Dipasal 8 kode etik, advokat pun tdk boleh mempublikasikan tindak2 pembelaannya. Lha ini iklan gede2, @jawapos” lanjutnya.

 

“Kita harus support teman2 media, jgn ada pihak yg mengancam2 kerja jurnalis @jawapos @detikcom @tribunnews twitter.com/TofaLemon/stat…” pembelaanya pada jurnalis media.

Polemik tersebut sudah ditanggapi oleh Jawa Pos dengan konfirmasi langsung ke Peradi

“Tidak layak! Sama sekali tidak layak memasang iklan seperti itu,” tegas Humas Peradi Zul Armain Aziz saat dihubungi JPNN dari Jakarta, Kamis (3/12). Zul menjelaskan, pers punya kewenangan dan hak untuk memberitakan sebuah peristiwa sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Dia pun menilai ini merupakan sebuah ancaman akan kemerdekaan dan kebebasan pers.

“Ini ancaman tehadap pers, dan pers harus memberikan pelajaran kepada dia,” ungkap Zul lagi. Dia menegaskan seharusnya kalau untuk menyikapi hal-hal seperti ini, pengacara tersebut mesti melakukan pendekatan yang persuasif. “Bukan dengan memasang iklan yang tak layak seperti itu,” tegas dia.

Apakah Peradi (PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA) akan memanggil pengacara tersebut? Zul menegaskan, sepanjang tidak ada laporan, maka Peradi belum bisa bergerak.

“Harus ada pihak yang mengadu. Kami sama seperti Mahkamah Kehormatan Dewan, harus ada yang melapor,” katanya.

Karenanya, Zul menyarankan jika ada pihak yang merasa tersinggung bisa langsung melapor ke Peradi. “Dengan adanya ancaman begitu, itu unsur pidananya sudah jelas,” ujarnya.

 

Polemik tebar ancaman tersebut di kumpulkan oleh E-Mang Guepikirin ™ @M4ngU5il pada chirpstory.com/li/295501

(in)

%d blogger menyukai ini: