Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial Jangan “Tersesat” Ungkap Kasus Setya Novanto

Jangan “Tersesat” Ungkap Kasus Setya Novanto

552fadba0423bd55338b4568
Sketsanews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia pada 16 November 2015.

Dalam laporan yang diserahkan ke MKD itu, berisi rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia(PTFI) Maroef Sjamsoeddin.

@Metro_TV | 15.10 – 3 Des 2015 | Semalam, Presdir Freeport Diperiksa Kejaksaan Agung

Dalam rekaman pembicaraan itu Setya Novanto dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid telah bertemu beberapa kali dengan pimpinan PTFI. Dalam pertemuan ketiga yang berlangsung Senin, 8 Juni 2015, pukul 14.00-16.00 WIB, di sebuah hotel di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Setya Novanto menjanjikan cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PTFI dan meminta PTFI memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Setya Novanto menjanjikan sebuah cara penyelesaian kepada pihak yang sedang bernegosiasi dengan RI sembari meminta saham perusahaan dan saham proyek pembangkit listrik.

 

@MetroTVToday | Infografis terkait kasus-kasus yg pernah membelit Setya Novanto. (via @Metro_TV)
@MetroTVToday | Infografis terkait kasus-kasus yg pernah membelit Setya Novanto. (via @Metro_TV)

Dalam rekaman yang berdurasi sekitar 1jam 27 menit itu, terdapat nama nana yang disebut beberapa kali. Diantara nama yang disebut itu, Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan.

@Selasarcom | Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri ESDM mengaku diberi mandat oleh Presiden untuk melakukan penataan sektor energi dan SDM. Sebagai menteri ia juga mengaku berkepentingan membersihkan praktek pemburu rente yang menggunakan kekuasaan dan kepentingan pribadi. Ia juga mengaku mendapat rekaman itu dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia(PTFI) Maroef Sjamsoeddin yang ia minta untuk melaporkan setiap interaksi dengan pejabat yang berwenang.

Dalam hal ini kitapun tidak boleh meninggalkan asas praduga tak bersalah kepada kepada ketua DPR maupun kepada Menteri ESDM. Karena rekaman itu perlu dibuktikan. Apakah rekaman itu asli atau hanya rekayasa.

Walaupun Kita juga menyimpan pertanyaan apakah Menteri ESDM Sudirman Said melapor hal itu hanya untuk politik ataukah benar benar ingin menyelamatkan aset negara? Karena belakangan dalam laporannya, Sudirman Said memberikan rekaman itu secara bertahap tidak secara utuh kepada MKD.

Kitapun menyimpan pertanyaan dalam konteks apa rekaman itu ? Kenapa justru yang merekam pembicaraan itu malah Presiden Direktur PT Freeport ? Ada skenario apa dibalik ini?

@detikcom | 22.21 – 3 Des 2015 | Maroef: Tidak Benar Rekaman Kasus Novanto Diedit

Jika yang di laporkan menteri ESDM itu benar, maka telah terjadi skandal besar yang merugikan negara yang tidak sedikit. Kekayaan negara yang seharusnya dinikmati untuk kesejahteraan rakyat negeri ini, justru dinikmati segelintir orang dan di ambil oleh negara asing.

Kita juga tahu bahwa PT Freeport Indonesia telah membuat kontrak karya yang merugikan Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini telah menipu negara ini dengan menyuap pemangku jabatan di negeri ini untuk mengeruk emas yang ada di tanah Papua. Selama puluhan tahun kekayaan emas kita diambil dan dirampok perusahaan asal negeri paman Sam ini.

Sebagai warga negara kita menginginkan kasus ini jangan hanya berhenti pada sidang MKD yang berujung pemecatan saja, tetapi lebih kepada substansi yang lebih besar yaitu mengungkap penyalahgunaan wewenang dan jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu yang merugikan negara. Kita harus menghentikan bisnis yang memanfaatkan kekuatan politik serta menyelamatkan kekayaan negara yang berusaha diambil oleh pihak asing.

Denny Reza K ‏@dennyrezak | [Infografis] ESDM @KM_ITB perjalanan Hilirisasi tambang sejak 2009 hingga Freeport kembali ekspor
Dan kita berharap penegak hukum bertindak profesional dan independen, sehingga pejabat yang terlibat dalam skandal itu dapat diadili dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Siapapun yang terlibat dan dari partai manapun, harus diseret untuk diadili dengan seadil adilnya. Walaupun hal tak mudah mengungkap kasus ini, mengingat kasus ini ditengarai melibatkan banyak pejabat tinggi negara.

Kita menginginkan kasus ini dibuka sehingga transparan tidak ada yang ditutupi. Kita berharap kasus ini tidak menguap begitu saja seperti kasus bank Century, yang hingga sekarang, kita tak tahu kabarnya. Kita tidak menginginkan penegak hukum masuk angin dalam mengusut kasus ini.

Untuk persoalan pencatutan nama pejabat dan kode etik tidak terlalu penting, tetapi yang harus diungkap adalah pejabat yang memanfaatkan politik dan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan mafia yang menjual aset kekayaan negara. Penegak hukum jangan salah ungkap kasus. Selesaikan dan bongkar kasus yang besar dan berpengaruh bagi rakyat. lebih penting selesaikan masalah freeport daripada drama di Mahkamah Kehormatan Dewan.

Siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab. Kita menginginkan penjahat negeri ini yang menjual kekayaan negara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya dihukum. Supaya rakyat ini. merasakan keadilan yang selama ini di dengung dengungkan.
Jika merujuk isi rekaman, kasus ini tampaknya akan melibatkan banyak pejabat tinggi negara jika diungkap.

@SINDOnews | Mahasiswa Bandung Demo Tolak Freeport

Kita tunggu aksi dari penegak hukum untuk mengungkap kasus ini. Apakah mereka benar benar menegakkan hukum yang selama ini mereka agung agungkan, atau hanya menginjak injak hukum yang mereka buat sendiri.atau bahkan masuk angin menyelesaikan kasus ini.

Kita juga berharap kasus ini tidak ditumpuk dengan menciptakan isu baru, yang menyebabkan kasus ini menguap dan hilang ditelan berita terorisme atau berita SARA lainnya. Kita sudah bosan dengan peristiwa yang diskenario untuk menutupi kasus kasus besar yang melibatkan pejabat tinggi negara.

%d blogger menyukai ini: