Sketsa News
Home News Pembunuhan : Sepele, Minta Password HP di tolak, Remaja Mts Kuta Makmur di Lempar ke Sumur

Pembunuhan : Sepele, Minta Password HP di tolak, Remaja Mts Kuta Makmur di Lempar ke Sumur

Sketsanews.com – Hanya dipicu perkara sepele, menolak memberikan password HP,  Muhammad Dinur (14), pelajar MTs Negeri Kuta Makmur itu ternyata dibunuh oleh kawannya sendiri di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Sabtu (5/12/2015).

Harian BanjarmasinPost mewartakan pada Senin (7/12/2015), Mayat Muhammad Dinur (14), remaja warga Desa Alue Rambe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, ditemukan warga di dalam sumur tua di kampung itu, Minggu (6/12/2015).

Belakangan terungkap, pelajar MTs Negeri Kuta Makmur itu ternyata dibunuh oleh kawannya sendiri, Mahli. Pembunuhan ini dipicu soal “memory card” telepon selular.

Berdasarkan pengakuan Mahli, pada Sabtu (5/12/2015), sekitar pukul 17.00 WIB, dia bersama korban pergi ke pembuat parang. Mereka membawa besi untuk dijadikan parang.

Dalam perjalanan, keduanya berhenti di kebun untuk melihat buah pinang. Saat itulah Mahli meminta memori ponsel Dinur. Sebelumnya, Mahli sudah menjual memori itu kepada Dinur.

“Saya jual memori itu Rp 20.000. Baru dibayar Rp 10.000. Saya minta memori itu untuk melihat isinya. Saya buka handphone-nya, namun tak bisa,” kata dia. “Saya minta kata sandi handphone-nya, tapi tidak diberikan,” ujar Mahli lagi.

Mahli pun mengaku marah dan mencekik Dinur. Setelah dicekik, Dinur tak bergerak lagi. Remaja itu pun lalu menyeret tubuh Dinur, dan melemparkannya ke dalam sumur tua, tak jauh dari lokasi itu.

“Saya juga buang sandal dan besi yang kami bawa ke dalam sumur,” ujar dia pula. Setelah itu, Mahli pulang ke rumahnya di Desa Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. Namun, aksi Mahli dengan mudah diketahui.

Warga pun menangkap Mahli dan menyerahkannya ke polisi. Kabar penemuan mayat dan dugaan terhadap Mahli beredar cepat ke seluruh kampung.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan dari aparat kepolisian yang menangani perkara ini, maupun pihak keluarga Dinur, dan Mahli.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: