Sketsa News
Home News Awas! “Serangan Fajar” Uang Palsu di Pilkada

Awas! “Serangan Fajar” Uang Palsu di Pilkada

Sketsanews.com – Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Bambang Waskito mengungkap, dari pengakuan tersangka pembuat uang palsu (upal), pesanan dibuat untuk ‘serangan fajar’ pilkada berasal dari wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur.

Media Kriminalitas mewartakan pada 7 Desember 2015, Bareskrim Polri menangkap sindikat pengedar dan pencetak uang palsu (Upal) pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu berjumlah miliaran rupiah yang rencananya akan dibagikan pada pagi hari (serangan fajar) sebelum pilkada serentak dimulai pada Rabu (9/12) mendatang.

“Memang sudah ada pesanan untuk itu,” kata Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Bambang Waskito kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (7/12).

Namun, Bambang mengaku, dirinya belum mengetahui apakah ada keterlibatan tim suskes salah satu calon pemilihan kepala daerah yang ikut bertarung didalam pilkada tersebut. “Kalau keterlibatan yang memesan upal dari tim suskes belum kami temukan,” jelas Bambang.

Dari pengakuan tersangka, menurut Bambang, pemesan upal untuk ‘serangan fajar’ pilkada berasal dari wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur. “Sudah waktunya, masyarakat tidak percaya kepada ‘serangan fajar’. Sebaiknya percaya kepada hati nurani,” ungkap Bambang.

Bambang mengatakan, tersangka yang berjumlah delapan tersangka ditangkap di wilayah Ciputat, Garut dan Bogor, ini ditangkap pada 10 November 2015 lalu. Para tersangka yaitu Bambang Irawan, Sukarman, Sadul, Nurdin, Muklis, Saskam alias Farhan, Oding, dan Yayat Hidayat.

“Mereka dijerat dengan Pasal 244 KUHP dan Pasal 36 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang,” ungkap Bambang.

(in)

%d blogger menyukai ini: