Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Malaysia Tangkap Fasilitator Pemberangkatan Jihadis ISIS ke Suriah

Malaysia Tangkap Fasilitator Pemberangkatan Jihadis ISIS ke Suriah

Sketsanews.com – Fasilitator pemberangkatan jihadis yang berafiliasi ke ISIS di tangkap polisi anti teror Malaysia. Kabar penangkapan ini pertama kali didapatkan dari pernyataan tertulis Kepolisian Diraja Malaysia.

@CNNIndonesia |Polisi Malaysia Hubungi Polri: Terduga ISIS Masih Didalami | 11.45 – 8 Des 2015

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia tengah mendalami informasi terkait penangkapan warga negara Indonesia (WNI) oleh Kepolisian Malaysia.

WNI tersebut dicurigai menjadi fasilitator dalam mengatur keberangkatan warga dari Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk bergabung dengan ISIS di Suriah. Polisi mengatakan warga Indonesia ini telah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi melalui Facebook pada 2014.

“Kami sudah terima berita tersebut dan sedang didalami,” ujar Retno kepada CNN Indonesia, Sabtu (5/12/2015). Retno menjelaskan, sebelumnya ia telah mengontak KBRI Kuala Lumpur untuk meminta konfirmasi mengenai penangkapan itu. “Saya sudah kontak KBRI,” katanya.

“Dia, bersama dengan warga Malaysia, dicurigai menjadi fasilitator dalam mengatur keberangkatan warga dari Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk bergabung dengan ISIS di Suriah,” kata Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu bakar dalam pernyataan tersebut.

 Baca Juga Sebelumnya : Kisah Hadi Yahya, Anak Habib Sayid Yahya Assegaf
ditangkap Anti Terorisme Polis Diraja Malaysia

Khalid mengatakan belakangan telah menangkap lima orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok militan seperti ISIS dan Al-Qaidah. Menurutnya, empat dari lima orang yang ditangkap pada 17 November dan 1 Desember adalah warga asing.

Dia mengatakan salah satu di antara tersangka adalah warga Eropa yang bekerja sebagai guru sementara di negara bagian Penang. Dia disebut memiliki hubungan dengan Al-Qaidah dan diduga pernah ikut dalam kegiatan militan di Afghanistan dan Bosnia.

 

Polri Gandeng BNPT, KBRI dan INTERPOL

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto kepada CNN Indonesia, Sabtu (5/12) mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Interpol dan Kedutaan Besar terkait setiap dugaan pelanggaran hukum apapun di luar negeri.

“Jika diduga terkait dengan terorisme tentunya kami berkoordinasi juga dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme),” katanya.

(in)

%d blogger menyukai ini: