Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Beredar : Nota Pembelaan Setya Novanto

Beredar : Nota Pembelaan Setya Novanto

Sketsanews.com – Pledoi pembelaan Setya Novanto beredar di Media Sosial sebagai imbas dari tertutupnya sidang kasus dugaan pencatutan nama Jokowi atau “papa minta saham” di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Senin (7/12/2015).

Kent ARock’ers @reporterjail dalam salah satu statusnya pada 21.05 – 8 Des 2015, mengunggah Nota Pembelaan Setya Novanto Ketua DPR RI terhadap Pengaduan Menteri SDM Sudirman Said berdasarkan Laporan Pengaduan Tertanggal 16 November 2015.

Sebagai catatan dari redaksi, dokumen ini belum diverifikasi kebenarannya, dan pihak pengunggah tidak menampilkan secara urut halamannya. Untuk lebih detail bisa merujuk pada link akun diatas.

 

 

Sebagian dari Pledoi Setya Novanto dari media Metro TV

Berikut sebagian isi rekaman pledoi yang diputar tersebut seperti diputar di Metro TV dan dituangkan dalam bentuk transkrip oleh redaksi Solopos.com (urutan dan kata-kata detailnya bisa sedikit berbeda):

“Saya tidak pernah menjadi pemburu rente, saya tidak pernah menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Bahkan sebaiknya saya ingin cipta situasi kondusif antara pemerintah dengan DPR agar iklim investasi menjadi terjamin.

Ini adalah rekaman ilegal, karena dilakukan tanpa izin, karena itu tidak boleh dijadikan sebagai alat bukti persidangan karena itu ilegal.
Saya meminta yang mulia MKD berkenan memberikan putusan yang sebagai berikut:

1. Mengatakan pengaduan sudirman said selaku Menteri ESDM tidak mempunyai legal standing sesuai dengan UU MD3.
2. Kesaksian Menteri ESDM Sudirman Said seharusnya tidak dapat diterima.
3. Kesaksian Maroef Sjamsoeddin di depan MKD adalah kesaksian palsu atau tidak sesuai fakta sebenarnya.

Kesaksian Sudirman Said adalah kesaksian palsu atau tidak sesuai fakta sebenarnya. Soal rekaman itu saya tidak bersedia memberikan komentar apapun karena direkam tidak sesuai peraturan yang berlaku.

Jika itu direkam dengan sesuai peraturan berlaku, maka saya pasti akan memberikan tanggapan dan komentar terhadap hal tersebut.
Saya menolak kesaksian Sudirman Said yang jelas-jelas dan merupakan cerita pihak ketiga terhadap saudara Sudirman Said.
Saya minta Yang Mulia menampik kesaksian dan rekaman ilegal sebagai alat bukti di sidang ini.

Pernyataan Maroef Sjamsoeddin adalah keterangan palsu dan tidak benar. Saya merasa telah diserang secara jahat oelh media cetak dan elektronik saya seolah jadi penjahat, saya merasa telah dikorbankan dan dirusak nama baik saya secara sistemik, dan ini merupakan character assasination.

Rekaman saudara Maroef Sjamsoeddin diperoleh secara melawan hukum, tanpa izin, karena itu tidak boleh digunakan sebagai alat bukti dalam sidang etik yang mulia ini.”

 

Tanggapan Netizen dengan menampilkan meme satir,

dapat di baca dalam artikel sebelumnya :  Tidak .. Lupa… #MKDBobrok Mendunia

(in)

%d blogger menyukai ini: