Sketsa News
Home Berita Terkini, News Mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo di Tangkap di Kamboja

Mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo di Tangkap di Kamboja

mantan-bupati-temanggung-totok-ary-prabowo

Sketsanews.com – Temanggung. Sempat DPO 5 Tahun, Mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo, buronan kasus korupsi dana bantuan pendidikan Kabupaten Temanggung tahun 2004, ditangkap ketika sedang berada di Phnom Penh, Kamboja.

Media nasional Antara News mengutip dari Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Yacob Hendrik di Semarang, Rabu, membenarkan buronan yang kabur sejak 2010 itu ditangkap di Phnom Penh pada Selasa (8/12).

Bupati Temanggung periode 2003-2006 tersebut, menurut dia, ditangkap oleh tim Intelijen Kejaksaan Tinggi dengan bantuan Kedutaan Besar RI di Kamboja, Badan Intelijen Negara, serta Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan.

“Saat ini kami masih menunggu kabar dari KBRI di Kamboja,” kata Yacob.

Namun dia tidak menjelaskan secara detil penangkapan mantan orang nomor satu di Kabupaten Temanggung tersebut.

Ilustrasi : Info Temanggung ‏@KotaTemanggung 29 Nov | RT @oki_hakim Indonesia sangat kaya gaes… #loveindonesia @KotaTemanggung #gunungsindoro

Totok Ary Prabowo DPO Sejak 2010

Laman TribunNews pada 23/7/2014 pernah mewartakan bahwa Totok Ary Prabowo diputus bersalah dalam kasus korupsi dana bantuan pendidikan bagi putra-putri anggota DPRD Temanggung tahun 2004. Dia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp2 miliar tersebut.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan pidana tujuh tahun bagi mantan Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Totok Ary Prabowo. Hakim juga menjatuhkan denda Rp 300 juta atau setara dengan enam bulan kurungan.

Putusan tersebut dibacakan hakim Jhon Halasan Butar-Butar didampingi Erintuah Damanik dan Agoes Prijadi, Rabu (23/7/2014), tanpa kehadiran terdakwa atau in absentia.

Meski berstatus masih buron, hakim tetap menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus korupsi dana bantuan pendidikan untuk putra-putri anggota DPRD tahun 2004.

“Menjatuhkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,08 miliar. Jika tidak dibayarkan dalam tempo satu bulan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap akan disita seluruh harta bendanya, jika tidak cukup diganti dengan pidana penjara tiga tahun dan enam bulan,” kata hakim, Jhon Butar-butar.

Dalam perkara ini, mantan Bupati Temanggung itu terbukti melanggar ketentuan primer. Yakni, pasal 2 jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu sama persis dengan permintaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Temanggung. Jaksa menilai peran Bupati Totok bersama dengan Fatahillah bersalah karena telah mengesahkan anggaran dana pendidikan untuk anak-anak anggota dewan sebesar Rp 1,8 miliar.

Pada bulan Januari-Agustus 2004 dan bulan selanjutnya, anggaran itu yang salah itu kemudian dibagi-bagi pada 43 anggota DPRD. Tiap legislator masing-masing menerima uang dana pendidikan sebesar Rp 40 juta.

Bupati Totok, kata Jaksa, pernah menjalani hukuman empat tahun dalam perkara korupsi dana pemilu. Namun sejak Desember 2010, terdakwa Totok menghilang. Dia kemudian dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

(in)

%d blogger menyukai ini: