Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Angka Golput di Pilkada Samarinda Capai 53,42 persen

Angka Golput di Pilkada Samarinda Capai 53,42 persen

Sketsanews.com – Angka golput di Samarinda mencapai 53,42 persen, dalam pelaksanaan Pilkada Kota Samarinda, Rabu (9/12/2015).

Hal ini diketahui dari hasil hitung cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survey Kebijakan Publik (LSKP) untuk Pilkada Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Ilustrasi: Petugas mengecek kelengkapan logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di Ruang Penyimpanan Logistik Panitia Pemungutan Suara (PPS)
Ilustrasi: Petugas mengecek kelengkapan logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di Ruang Penyimpanan Logistik Panitia Pemungutan Suara (PPS)

Sehingga, dari jumlah tersebut angka partisipasi pemilih di Kota Samarinda hanya sebesar 46,58 persen.

Menurut Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono, hitung cepat tersebut melalui pengambilan sampel pada 229 TPS, dengan proporsional untuk mewakili 1.580 TPS se-Samarinda.

“Pengambilan sampel itu sudah berdasar hitungan cepat dan tepat, partisipasi warga Samarinda masih di bawah rata-rata, karena angka golput lebih tinggi dari angka pemilih,” ujarnya.

Dijelaskan Sunarto, rendahnya tingkat partisipasi pada Pilkada kali ini, bukan karena faktor ideologis. Namun, ini lebih disebabkan karena beberapa faktor teknis.

“Dari pantauan relawan kami, banyak pemilih yang tidak mendapatkan undangan untuk memilih. Itu salah satu faktor teknis yang paling sering terjadi di lapangan,” ujar Sunarto.

Meski demikian, Sunarto tidak menjelaskan lebih jauh, mengapa undangan pencoblosan tidak sampai ke tangan masyarakat.

“Nah itu saya tidak tahu pasti, tapi masalah itu yang sering ditemukan di suatu daerah,” kata dia.

Selain itu, faktor hari libur juga memengaruhi tingginya angka golput.

“Bagi warga perkotaan, hari libur adalah libur dari semua aktivitas dan mereka memilih liburan. Berbeda dengan masyarakat di pedesaan yang tidak punya pilihan lain selain ke TPS saat liburan,” ujar Sunarto.

Sementara itu, calon kepala daerah tidak menjadi faktor angka golput. “Faktor ideologis seperti tidak adanya calon yang sesuai keinginan pemilih dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap tingginya angka golput di Samarinda,” tuturnya.

Diketahui, pada Pilkada Samarinda pasangan petahan Syaharie Jaang – Nusyirwan Ismail memenangkan pertarungan Pilkada Kota Samarinda.

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survey Kebijakan Publik (LSKP), Jaang – Nusyirwan unggul 76,80 persen dari pasangan Mudiyat – Iswandi. (By/kompas)

%d blogger menyukai ini: