Sketsa News
Home Headlines, News, Opini Prostitusi Artis, Pertanyaan Pakar Forensik dan Nama Pejabat di HP Mucikari

Prostitusi Artis, Pertanyaan Pakar Forensik dan Nama Pejabat di HP Mucikari

Sketsanews.com – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menilai, sikap kepolisian yang menempatkan artis Nikita Mirzani (NM) dan Puty Revita (PR) sebagai korban mengasumsikan pelacur adalah korban.

Ilustrasi : VIVAcoid ‏@VIVAcoid | Ini Cara Polisi Tangkap Artis NM dan PR

 

UU TPPO dan Fakta Sengaja menjadi Pelacur Profesional

Karenanya menempatkan NM dan PR sebagai korban dan muncikarinya sebagai tersangka, sesuai dengan aturan hukum itu. Dalam kasus prostitusi artis ini keduanya dijadikan korban sesuai dengan Undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan KUHP.

“Ini keberpihakan yang bagus terhadap korban,” kata Reza, kepada Warta Kota, Sabtu (12/12/2015).

Namun, kata Reza, kedua piranti hukum tersebut ternyata abai terhadap fakta, bahwa tidak sedikit orang yang berkehendak sukarela dan berencana secara sengaja untuk menjadikan diri mereka sebagai pelacur profesional.

Apalagi kata Reza, bayarannya sangat tinggi dan menggiurkan. Itulah, tambahnya, yang terjadi pada artis NM dan PR. Sehingga, mereka tidak memenuhi kriteria sebagai orang yang tereksploitasi, seperti halnya korban.

“Jadi secara substantif, mereka bukanlah korban,” kata pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.

Ilustrasi : Reza Indragiri Amriel | @daitangguh

Menurut Reza, jika merujuk UU TPPO, maka seorang korban, bisa mendapat kompensasi dan restitusi atau pembayaran ganti rugi yang diberikan kepada korban oleh pelaku.

Jika polisi menempatkan NM dan PR sebagai korban, maka kompensasi dan restitusi ini bisa juga diterapkan atau diberikan ke NM dan PR.
Tetapi nyatanya, kompensasi dan restitusi pada NM dan PR tidaklah tepat.

“Silakan jawab, relakah Anda jika si artis ini justru mendapat pembayaran ganti rugi? Saya jelas tidak rela dan pasti banyak masyarakat yang juga tidak rela,” kata dosen Psikologi di Universitas Binas Nusantara ini.

Dari sana, kata Reza sangat jelas, bahwa menempatkan NM dan PR sebagai korban, bukanlah hal yang tepat.
“Ini bisa terjadi, karena kelemahan mendasarnya adalah pada UU TPPO itu. Jadi UU itu perlu direvisi kembali,” kata Reza

Ilustrasi : Lensa Indonesia RTV ‏@lensaRTV Umar Surya Fana: Artis NM dan PR Tidak Ditahan dan Sudah Diserahkan ke Dinas Sosial

 

Penangkapan Artis Prostitusi Hanya Pengalihan Isu

Media Antara News juga mengulas komentar netizen terhadap Penangkapan artis berinsial NM terkait dengan kasus prostitusi menuai berbagai tanggapan dari netizen.

Sebagian besar netizen menilai bahwa kasus ini adalah upaya pengalihan isu dari kasus Freeport.

Evi Lebrianti misalnya, melalui akunnya @itnairbelive dia berharap “..ini semoga bukan pengalihan isu.”

Hal senada juga disampaikan pemilik akun @dinamd_. “Sungguh ironis, kalo penangkapan NM adalah pengalihan isu #PapaMintaSaham dg teradu SN. Sidang MKD apa kabar?,” kicau dia.

Meski kabar mengenai kasus prostitusi itu mengejutkan dan mencuri perhatian banyak orang, netizen berharap masyarakat tidak terdistraksi.

“Apakah NM dapat memalingkan fikiran anda dari PAPAMINTASAHAM,” cuit @whiendgond.

Sementara itu, akun @pejuangNKRI9, menulis, “Lagi2 jadi Pengalihan Isu Freeportgate… Fokus!”

Ilustrasi : Pojok Sulsel ‏@Upik_Nyonk | Ada-ada Saja! Nikita Mirzani Unggah Meme Prostitusi Artis Pengalihan Isu MKD

 

Dari Forensik HP Mucikari didapat Nama Pejabat dan Direktur Nasional Yang menjadi Pelanggan

Harian Jawa Pos, dalam salah satu artikelnya mengungkap Kasus prostitusi papan atas yang diduga melibatkan artis Nikita Mirzani dan Puty Revita berpotensi makin heboh. Pasalnya, dari kasus ditangkapnya Nikita dan Puty Kamis tengah malam (10/12) itu, terungkap banyak pejabat dan direktur perusahaan nasional yang menjadi konsumen.

Dari handphone dua terduga Mucikari Ronald Rumagit alias Onat dan Ferry Okviansyah, terdeteksi para pejabat tersebut memesan service para artis.

Penangkapan Nikita dan Puty itu dilakukan di Hotel Kempinski, awalnya polisi menyamar menjadi konsumen dan memesan pada Ferry dan Onat. Lalu. Kedua artis tersebut datang ke kamar yang berbeda di hotel tersebut. Saat ditangkap, keduanya dalam keadaan “setengah berbusana”.

Dalam hotel yang sama, ditangkap pula dua orang lelaki yang diduga menjadi mucikari, Onat dan Ferry. Dari kedua Mucikari dan dua artis ini disita sejumlah barang, diantaranya handphone, kondom, kuitansi hotel, dan uang sebesar Rp 7 juta. “CCTV hotel juga diambil untuk barang bukti,” papar Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Kombespol Umar Fana.

Polisi menduga Ferry adalah manajer dari kedua artis. Sedangkan Onat merupakan kaki tangan Ferry. Berbagai pihak menduga Onat ini adalah salah satu mantan vokalis dari sebuah band yang sempat dikenal. “Keduanya menjadi tersangka dan tengah ditahan di Bareskrim,” jelasnya.

Sesuai keterangan dua orang mucikari, untuk bisa mendapatkan pelayanan dari Nikita Mirzani, harus merogoh kocek senilai Rp 65 juta.

Untuk Puty harganya juga tidak begitu jauh, Rp 50 juta. Harga puluhan juta itu juga hanya untuk short time selama tiga jam. Dari uang sebesar itu, biasanya mucikari mendapatkan jatah mencapai Rp 10 juta. “Rp 10 juta untuk mucikari, sisanya artisnya,” terangnya.

Menurut dia, dari pemeriksaan handphone Onat dan Ferry diketahui ada banyak konsumen prostitusi artis tersebut. Melalui aplikasi chatting diketahui ada konsumen yang merupakan direktur perusahaan swasta nasional hingga pejabat perbankan nasional.

Ilustrasi : Okezone ‏@okezonenews | Din Syamsuddin Tak Tertarik Kehebohan Prostitusi Artis

“Pejabat memang ada, tapi tidak bisa disebutkan. Kami masih mendalaminya, handphone juga diperiksa di Pudlabfor. Yang pasti ada komunikasi antara pejabat dengan tersangka yang dijerat tindak pidana perdagangan orang,” jelasnya ditemui di depan kantor Bareskrim kemarin

(in)

%d blogger menyukai ini: