Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kemensos Rumuskan Kembali Indikator Kemiskinan

Kemensos Rumuskan Kembali Indikator Kemiskinan

khoimages
Sketsanews.com – Kementerian Sosial akan merumuskan kembali indikator kemiskinan sebagai acuan dalam berbagai kebijakan pengentasan kemiskinan. Dalam proses rumusan nanti, Kemensos akan menggandeng para praktisi serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, “Dengan indikator kemiskinan yang objektif dan terukur, para pengambil kebijakan akan memiliki dasar atau acuan yang jelas dalam menentukan sasaran program,” ujarnya dalam acara “Pembahasan Hasil Penelitian Konsep dan Indikator Kemiskinan”, di Yogyakarta, seperti dilansir Pikiranrakyat.com, Sabtu (12/12/2015).

Khofifah mengungkapkan hingga saat ini masih ada perbedaan indikator kemiskinan, baik dari versi Kementerian Sosial (Kemensos), Bank Dunia, Badan Pusat Statistik (BPS), Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut dia, Kemensos sebelumnya telah berinisiatif mengajak lembaga atau kementerian terkait, serta para peneliti dan akademisi mencari jalan tengah mengenai indikator kemiskinan yang dapat disepakati bersama.

Indikator tersebut, tidak hanya ditandai dengan rendahnya pendapatan. Kemiskinan juga dapat ditandai dengan tidak adanya kesempatan mencapai standar hidup tertentu seperti kecukupan pangan, kesehatan, keterlibatan dengan lingkungan sosial, penghargaan masyarakat, serta pendidikan yang memadai. “Masalah kemiskinan juga dapat ditandai dengan adanya kerentanan, ketidakberdayaan, keterisolasian, dan ketidakmampuan dalam menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Dengan adanya perubahan indikator tersebut, ia berharap dapat diperoleh hasil akhir mengenai konsep dan indikator kemiskinan yang valid dan dapat dijadikan acuan berbagai pihak. “Kami sedang memformat bagaimana agar basis data kita bisa diterima oleh seluruh kementerian atau embaga termasuk pemerintah daerah supaya mereka punya basis data terpadu yang bisa dijadikan referensi dalam menginterfensi program pembangunan di sektor masing-masing,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Standarisasi dan Sosialisasi Sistem Layanan Kesejahteraan Sosial Kemensos RI, Istiana Hermawati mengatakan terdapat lima indikator penentu kemiskinan yang diusulkan oleh para praktisi serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

Lima indikator yang menentukan kemiskinan itu antara lain mencakup persoalan ekonomi, sosial, Psikis, budaya, dan politik. “Ada pergeseran, jadi kemiskinan bukan lagi hanya diukur dari faktor ekonomi yang menyangkut penghasilan,” tuturnya. (Su)

%d blogger menyukai ini: