Sketsa News
Home Berita Terkini, Foto, Headlines, News Foto Miris : Buntut Meninggalnya 2 Aremania, 33 Orang Jadi Tersangka

Foto Miris : Buntut Meninggalnya 2 Aremania, 33 Orang Jadi Tersangka

Sketsanews.com – “Turut berduka atas meninggalnya supporter sepak bola. Tragedi ini jangan terjadi lagi, kita semua bersaudara -Jkw,” tulis Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, Sabtu (19/12/2015).

Kronologis Bentrokan Antar Suporter Sepak Bola, Arema Cronus Vs Surabaya United

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sindonews, kerusuhan tersebut bermula ketika rombongan Aremania yang menumpang bus pariwisata singgah di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jatisumo, Sambungmacan, Sragen. Rombongan yang terdiri dari 32 suporter, satu orang sopir dan seorang kernet bus, tengah beristirahat dalam perjalanan menuju Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Korban Tewas Aremania Kembali Bertambah | Foto via @infosuporter

Nahas, ketika bersiap akan melanjutkan perjalanan ke Sleman, sekitar pukul 04.30 WIB rombongan Aremania diserang rombongan yang diduga suporter lain. Dalam serangan tersebut, satu pendukung Arema, Eko Prasetyo (28) warga Sebaluh, Pujon, Malang tewas.

Kerusuhan baru berhenti ketika anggota Kepolisian Sragen tiba di lokasi. Kedatangan tim kepolisian sekitar 20 atau 30 menit setelah kerusuhan pecah.

Saat ini kelompok penyerang yang diduga merupakan suporter klub lain, sudah diamankan anggota Polsek Ngrampal Sragen. Selain itu, saat ini masih ada 2 korban Aremania dirawat dalam kondisi kritis di RS Sragen.

Keroyok Aremania, 500 Suporter Surabaya United Diamankan Polisi, 33 ditetapkan tersangka | Foto via Ongisnade ‏@OngisnadeNet

Dit Reskrimum Polda Jateng menetapkan 33 orang sebagai tersangka semuanya suporter dari Surabaya United

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menetapkan 33 orang sebagai tersangka insiden penyerangan Aremania, sebutan untuk suporter Arema Cronus.

Insiden terjadi Sabtu 19 Desember 2015 sekitar pukul 05.00 WIB di Sragen, Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak 33 orang tersangka tiba di Markas Dit Reskrimum Polda Jateng, Minggu (20/12/2015) dini hari.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Jateng, AKBP Daddy Hartadi mengatakan, semua tersangka adalah suporter dari Surabaya United.

“Kami memeriksa para pelaku pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, status mereka diperiksa sebagai tersangka,” kata Daddy di Markas Dit Reskrimum Minggu dini hari.

Insiden terjadi di dua tempat, yakni di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan di bengkel tambal ban di Sragen.

Arema Turut Berduka Atas Meninggalnya Aremania | Foto via @bolanet

Sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka pada insiden di SPBU, sisanya 16 orang ditetapkan sebagai tersangka insiden penyerangan di sekitar bengkel tambal ban.

“Kejadian ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, tujuh luka-luka dan empat kendaraan dirusak,” lanjut dia.

 

Balas Kematian 2 Rekannya, Bus Surabaya United Hancur Diserang Aremania

Dalam lanjutan liputan Sindonews, Kematian dua Aremania, memancing amarah suporter yang diduga sesama pendukung Arema Cronus yang melampiaskannya dengan melempari bus tim Surabaya United. Sepanjang perjalanan dari Hotel Yogyakarta Plaza yang berjarak sekitar tiga kilometer dari Stadion Maguwoharjo, Sleman, bus yang membawa pemain dilempari oleh Aremania.

RUSUH SUPORTER; Buntut Kerusuhan, Tim Gabungan Sweeping Ratusan Aremania | Foto JBI/Solopos via @infobencana

Puncaknya, saat masuk pintu gerbang halaman stadion, ratusan oknum Aremania yang sudah menunggu menghujani bus Surabaya United dengan batu berbagai ukuran. Sekitar sepuluh menit, suasana mencekam terjadi di dalam bus. Para pemain langsung menundukkan kepala menghindari pecahan kaca. Satu pemain andalan Surabaya United, Ilham Udin Armayn mengalami luka. Sepanjang paha kirinya robek berdarah terkena pecahan kaca.

‏Bus supporter Arema dilempari batu sampai hancur, 1 orang meninggal | @ElshintaDotCom | 12.04 – 19 Des 2015

Sampai di pintu masuk stadion, bus Surabaya United sudah tak berbentuk lagi. Nyaris seluruh kaca pecah. Sedangkan kaca depan mengalami retak. “Teror seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika pihak keamanan tanggap,” kecam Sekretaris Surabaya United, Rahmad Sumajaya yang juga ikut di dalam bus.

Sementara Pelatih Surabaya United, Ibnu Grahan juga tak luput dari terjangan batu. “Batu sebesar kepalan tangan, persis menembus kaca tempat saya duduk. Beruntun masih bisa menghindar. Namun pemain saya banyak yang kena, ” keluhnya.

 

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur Turut Berduka Cita

 

 

(in)

  • itu pendukung ta apa masak berani keroyokan. AREMA BONDO DUEK BONEK BONDO NEKAT ( SUNGKAN BONDO ) SALAM SATU JIWA

%d blogger menyukai ini: