Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini E-KTP, Infografis, Masalah dilapangan, pencurian dan mudah di-hack

E-KTP, Infografis, Masalah dilapangan, pencurian dan mudah di-hack

Sketsanews.com – Anda belum punya E-KTP? segeralah membuat, karena batas habis masa berlaku KTP lama sampai dengan 31 Desember 2015.

Namun demikian masalah E-KTP sebenarnya merupakan puncak gunung es. Sukses hanya dikota besar, namun diberbagai daerah banyak yang mempunyai permasalahan yang kompleks, hingga ratusan ribu belum bisa rekam e-KTP.

 

Ada juga kejadian permasalahan pencurian spesialias alat rekam E-KTP

Laman JawaPos pada 12 Desember 2015 merilis berita, Empat kasus pencurian berturut-turut menimpa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ciamias, Jawa Barat. Kejadian itu bahkan hanya terjadi dalam waktu sebulan belakangan ini.

Anehnya, barang yang digondol maling pun sama: perekam data kartu tanda penduduk alias E-KTP. Alat yang diambil tak jauh dari perekam sidik jari dan retina mata.

“Pencurian itu berturut-turut terjadi sekitar sebulan ke belakang, dari Kecamatan Sindangkasih, Panjalu, Kawali dan Cimaragas. Akibat kejadian itu, pelayanan perekaman dan pembuatan E- KTP di empat kecamatan terganggu, tidak berjalan secara maksimal,” kata Kadisdukcapil Ciamis, Adang Darajat, dikutip dari Radar Tasikmalaya, Sabtu (12/12).

Untuk sementara, Disdukcapil membuat kebijakan bahwa perekaman E-KTP dilakukan di kecamatan terdekat. Semua kejadian pencurian itu, imbuh Adang, sudah dilaporkan kepada kepolisian. Modus empat kasus pencurian itu hampir sama. Pencuri tidak merusak unit tapi langsung melepas beberapa konektornya. Sangat rapi.

“Kami menduga pencurian ini bisa saja sindikat dan spesialis pencurian perekam E-KTP yang profesional,” paparnya.

Adang juga mendapat laporan bahwa pencurian alat perekam data E-KTP bukan hanya terjadi di Kabupaten Ciamis. Ternyata, pencurian barang yang sama terjadi di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Tasikmalaya.

 

Permasalahan E-KTP Rawan di-Hack, menurut Ketua Komunitas Robot Indonesia Adiatmo Rahardi

Ketua Komunitas Robot Indonesia, Adiatmo Rahardi mengatakan, teknologi e-KTP ini mirip dengan teknologi yang ada pada kartu Flazz BCA, walau kini bank swasta tersebut sudah tak menggunakan teknologinya. “BCA memilih menggunakan memory card seperti kartu kredit masa kini. Itu dilakukan untuk keamanan nasabah,” katanya, dikutip dari Tempo.co.

Kartu Rfid pada e-KTP ini dijual di pasar secara bebas. Bahkan, di sebuah toko online, ada yang menawarkan satu buah kartu Rfid seharga 50 sen dolar untuk pembelian di atas 5.000 buah. Sedangkan card-reader-nya dijual seharga US$ 30 hingga US$ 75 per unit.

Didasari fakta itu, Adiatmo menjamin teknologi ini rentan diretas. Sebab, barangnya mudah didapat di pasaran sehingga penggandaan dan pemalsuan e-KTP amat mungkin terjadi. Jadi, menurut Adiatmo, bukan cuma soal fotokopi, tapi keamanan dan pengelolaan datanya perlu juga mendapat perhatian khusus.

Secara prinsip, Adiatmo setuju dengan teknologi Rfid yang dipakai pada e-KTP. Dengan catatan, infrastruktur database di Indonesia itu kuat dan bisa menanggulangi masalah yang datang. “Bagaimana jika hilang? Apa e-KTP dapat diganti dengan nomor seri sama atau berbeda? Apakah database-nya real time dengan instansi kepolisian (SIM), kantor pajak (NPWP), rumah sakit, atau bank?” Adi mempertanyakan.

(in)

%d blogger menyukai ini: