Sketsa News
Home News Kemaluan Dibakar, Maling Tiang Jemuran Tewas Mengenaskan

Kemaluan Dibakar, Maling Tiang Jemuran Tewas Mengenaskan

Selama 4 hari di rawat di RS Bhayangkara/Brimob Jalan Wahid Hasyim Medan, nyawa Hermansyah alias Herman Bungkuk (40) warga Dusun 2, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, akhirnya tak tertolong.

Informasi yang diterima, Minggu (27/12/2015), korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, setelah 4 hari tak sadarkan diri lantaran sejumlah luka di sekujur tubuhnya akibat dipukuli warga, sewaktu kepergok mencuri tiang aluminium jemuran warga kampungnya. Bahkan, kemaluan korban juga sempat dibakar saat penganiayaan sedang berlangsung.

Perihal tewasnya korban, membuat duka mendalam bagi keluarga besar Ormas Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Desa Laut Dendang dan istri korban, Susan (36) yang tak tahan menahan tangis meratapi kepergian suaminya. Pasalnya, Susan kini harus menghidupi keempat anaknya yang masih kecil.

Duka meninggalnya Herman diketahui keluarga dan temannya setelah mendengar kabar dari pihak kepolisian di Rumah Sakit Bahayangkara.

Seakan tak menyangka dan tak terima karena korban tewas dengan tragis, pihak keluarga pun melaporkan atas pengeroyokan tersebut ke Polresta Medan dan meminta kepada polisi agar mengusut pelaku penganiayaan.

Saat disambangi awak media di rumah duka, Paman korban, Azis (54) yang mewakili keluarga korban, mengaku tak terima atas pengeroyokan yang menimpa korban. Apalagi menurutnya, penganiayaan tersebut terjadi di hadapan Kepala Desa, di mana korban sudah meminta ampun agar tidak dipukuli lagi.

“Kami keluarga besar korban merasa keberatan, soalnya penganiayaan itu seperti menganiaya binatang. Selain itu, yang mukuli, warga sekampung dan di hadapan kepala Desa, yang bernama Suwardi. Korban juga sudah memohon dengan memegangi kaki Kepala Desa, tapi tetap saja dipukuli. Makanya kamarin Jumat, saya bersama sepupu Herman yang bernama, Fauziah (20) lapor ke polisi,” tutur Azis, ketika ditemui di rumahnya yang berdepanan dengan rumah Herman dikutip Okezone.

Sementara, kerabat korban, Herri (30) yang mengaku mewakili anggota Ranting IPK Desa Laut Dendang, juga mengaku kesal atas pelaku penganiayaan yang menyebabkan Herman meninggal. Pasalnya, Herman merupakan Ketua Ranting IPK Desa Laut Dendang. Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar para pelakunya ditangkap.

“Jelas kami merasa tak senang, anak ranting IPK disini gak senang, karena Herman dipukuli sampai tewas hanya gara-gara ngambil tiang jemuran. Mereka yang memukulinya pakai balok dan batu. Bahkan kemaluannya dibakar. Lagian, tiang jemuran itu bukan punya korban si Surya itu. Lagian warga yang mukuli itu termaksud Kadesnya, masih ada hubungan saudara dengan Herman,” cetusnya.

Sementara, Kades Desa Laut Dendang, Suardi, membenarkan adanya warganya yang kepergok mencuri dan kini telah meninggal akibat luka disekujur tubuhnya.

“Iya memang saat itu si Herman ketahuan mencuri Aluminium Jemuran dan saya langsung diberitahu Kepling lalu saya ke lokasi. Disana, saya lihat si Herman sudah tergeletak dan sudah babak belur,” sebutnya.

Ketika ditanya apakah dirinya cukup mengenal Herman dan Herman sendiri sempat memohon dikakinya agar tidak terus dipukuli warga, Suardi juga mengakuinya dan dikatakannya Herman sudah bolak-balik masuk penjara serta cukup meresahkan warga.

“Memang sempat meminta tolong memegangi kaki saya, tapi sama warga lain juga minta tolong dan kita arahkan ke RS Haji Medan, itu aja bentuk pertolongan kita. Lagian, Herman memang sangat meresahkan, sudah bolak balik masuk penjara karena sering mencuri. Saya pun taunya kalau dia meninggal tadi pagi,” ujar Suardi yang dihubungi melalui telefon selulernya sembari mengatakan sedang berada di Kota Padang Sidempuan.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya tersangka yang diduga mencuri tiang jemuran, tewas di RS Bhayangkara Medan.

“Yang meninggal setatusnya memang tahanan kita, tapi meninggalnya bukan di tahanan (sel). Keluarga korban sudah membawa jasadnya dan mereka tidak mau dilakukan otopsi. Mengenai laporan keluarga (Herman) ke Polresta Medan, itu sah-sah saja, semua ada hak kalau mau melapor,” pungkas Zendrato.

Diberitakan sebelumnya, Hermansyah alias Herman Bungkuk, tergeletak ditanah bersimbah darah dan tak sadarkan diri, usai dihajar warga lantaran kepergok mencuri aluminium jemuran milik, Surya Imanuel Sihombing (29) warga Jalan Surya Haji, Lorong 7, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, tak jauh dari kediaman Herman, Selasa pagi 22 Desember sekira jam 06.30 WIB. (*)

Sumber: Kemaluan Dibakar, Maling Tiang Jemuran Tewas Mengenaskan

%d blogger menyukai ini: