Sketsa News
Home News Tertimbun Longsor, Seorang Warga di Bukittinggi Meninggal Dunia

Tertimbun Longsor, Seorang Warga di Bukittinggi Meninggal Dunia

berita_232260_800x600_Tertimbun_Longsor_Seorang_Warga_di_Bukittinggi_Meninggal_Dunia_2

Disaat belasan Kepala Keluarga (KK) penghuni rumah kayu yang berada di Tambuo Parak Tinggi RT 004 RW 005 Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang sedang menikmati nyenyaknya tidur malam yang diiringi rintik hujun, tiba-tiba sekitar pukul 02.15, Selasa (29/12/2015) dini hari, mereka dikejutkan dengan suara gemuruh yang sangat menakutkan.

Awalnya, masyarakat setempat mengira kalau suara bergemuruh itu gempa. Namun tidak lama setelah suara bergemuruh itu terjadi, terdengar suara pohon kayu yang disusul dengan gemuruh batu berhamburan dan menghatam dua buah rumah kayu penduduk setempat. Spotan, masyarakat setempat berhamburan keluar dari rumah mereka masing-masing.

Informasi yang dihimpun dari salah seorang tukang ojek, Dedy Petriadi (38), asal Batu Taba Ampek angkek yang kebutulan saat kejadian melintasi lokasi jalan itu kaget. Karena melihat kerumunan warga di Tambuo Parak Tinggi yang berhamburan keluar rumah.

“Awalnya saya kira ada maling, ternyata setelah saya ke Tempat Kejadi Perkara (TKP), saya kaget melahat dua buah rumah kayu tertimbun, karena dihantam oleh longsor bukit yang ditumbuhi batang kayu dan batu besar bercamour air,” ujarnya.

Dedy Petriadi langsung menju Koramil terdekat untuk minta bantuan. Namun dalam perjalan ke Koramil di Pasar Bawah ia berselisih dengan Tim SAR Kota Bukittinggi.

Sementara, informasi dari masyarakat setempat, Elvi Diyanti (45) mengatakan, saat peristiwa itu terjadi dirinya bersama anak-anaknya sedang tertidur nyenyak, namun terkejut karena mendengar suara bergemuruh itu. Elvi Diyanti dan anaknya segera keluar dari rumah. Dan saat itu ia terkejut melihat rumah tetangganya Esi (41) sudah ambruk dihimpit batu dan kayu.

“Saat itu kami ketahui Esi terjebak dalam rumah, sedangkan rumah yang bersebelah dengan Esi yakni Dewi (39) adik Esi, dan puteranya Willy (17) berhasil keluar dari rumah yang mereka tempati,” kata Elvi Diyanti.

Meskipun, BPBD Bukittinggi, TNI, Polsek Kota Bukittinggi yang dipimpin langsung oleh Kompol I Made Reje serta anggota Polres Kota Bukittinggi dan warga setempat dengan sigap telah melakukan evakuasi. Namun, karena timbunan longsor yang menimpah rumah Esi itu berupa batu besar dan kayu, ditambah lagi sempitnya medan untuk melakukan evakuasi, sehingga Tim SAR hanya mampuh melakukan evakuasi secara manual.

Akibat longsoran tersebut, Esi terjebak oleh timbunan longsor bukit itu lebih kurang 4 jam. Ketika Tim SAR gabungan berasil melakukan evakuasi sekitar pukul 06.30 WIB. Untuk mendapatkan pertolongan Medis, Esi langsung dilarikan ke RSUM Bukittinggi. Namun nyawa Esi ternyata sudah tidak bisa tertolong lagi. Meskipun pada saat kejadian, Esi sempat minta tolong.(YPA/WDA)

Sumber: Daerah – Tertimbun Longsor, Seorang Warga di Bukittinggi Meninggal Dunia | RRI Portal Berita Radio Berjaringan Nasional dan Internasional

%d blogger menyukai ini: