Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Anjuran Melapor Jika Dianiaya Densus 88

Anjuran Melapor Jika Dianiaya Densus 88

Sketsanews.com – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menganjurkan warga agar melapor bila dianiaya Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.

Hal itu menyikapi penganiayaan yang dilakukan Densus 88 terhadap dua warga teman terduga teroris di Solo. “Laporkan saja ke polisi,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto kepada Tempo, Jumat, 1 Januari 2016 seperti dikutip dari tempo.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto

Agus menyatakan bahwa pada Selasa, 29 Desember 2015 pihaknya memang melakukan penangkapan terhadap empat terduga teroris di Solo. Namun Agus telah memastikan, bahwa dua di antaranya adalah warga biasa yang tidak terlibat dalam jaringan terorisme.

Saat melakukan penangkapan, Densus 88 Anti Teror diduga melakukan penganiayaan terhadap Ayom Panggalih dan Nur Syawaluddin. Mereka adalah teman dua terduga tersangka teroris yang ditangkap secara bersamaan. Mereka diringkus oleh kepolisian menggunakan lima mobil.

Ayom dan Nur mengaku sempat ditodong menggunakan pistol oleh polisi. Mereka kemudian diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil Innova. Sebelumnya, saat proses penangkapan mereka juga ditabrak menggunakan mobil saat mengendarai motor.

Menurut Agus, jika Densus 88 Anti Teror terindikasi melakukan penganiayaan, maka pihaknya menganjurkan agar korban segera melapor. “Jangan cuma diomongin saja,” kata dia. Artinya dia juga mengaku melakukan evaluasi untuk perbaikan profesionalisme kepolisian.

Dia juga telah memastikan bahwa pihaknya tidak salah tangkap. Menurut Agus, kedua warga itu hanya dimintai keterangan terkait hubungannya dengan terduga jaringan teroris. Hanya saja, saat dicecar kenapa perlakuan polisi terhadap warga arogan, Agus tak mengomentari banyak. “Ya intinya laporkan saja ke polisi.”

Sebelumnya, dua warga itu ditangkap di Jalan Honggowongso, Laweyan, Kota Solo. Mereka kemudian dibebaskan setelah kepolisian tidak memiliki cukup bukti untuk diduga terlibat dalam jaringan teroris. “Setelah kami mintai keterangan, ya dipulangkan.” (Sur)

%d blogger menyukai ini: