Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Tekno-Sains Tips Perawatan Motor di Musim Hujan

Tips Perawatan Motor di Musim Hujan

Sketsanews.com – Sebentar hujan, sebentar panas. Selesai dicuci, kotor lagi. Kondisi seperti ini kerap bikin pusing pengguna sepeda motor. Kendati demikian, jangan menyerah! Mencuci sepeda motor di saat cuaca galau itu, hukumnya wajib.

Ingin Nyaman Naik Motor? Rawat Rantai Motor Anda | Motovaganza ‏@motovaganza

Bukan hanya membuat sepeda motor enak dilihat, juga kerjanya tetap optimal. Kotoran yang menempel pada bagian tertentu menyebabkan kinerja sepeda motor tidak maksimal.

Zat azam yang dikandung air hujan dan menempel pada sepeda motor, jika dibiarkan berbahaya dan itulah menjadi karat. Karena itulah, bersih-bersih bagian tertentu perlu dilakukan.

1. Rantai

Setelah mencuci sepeda motor, perhatikan bagian ini. Seharusnya, rutin diberi pelumas (chain lube). Bersihkan kotoran yang melengkat. Biasanya di musim hujan, pelumas rantai berkurang.

Bahkan pasir halus yang menempel pada rantai dan sproket bisa menyebabkan komponen tersebut cepat aus. Karena itu, setelah dicuci dengan cairan khusus (chain cleaner). Jangan membersihkan rantai dengan bensin karena bisa menyebabkan karet pada sproket jadi getas.

Tambahan untuk perawatan rantai

Rantai menjadi salah satu part motor yang harus Anda perhatikan saat musim hujan. Rantai akan mudah kotor oleh tanah atau lumpur, kemudian kering, basah lagi terkena hujan, sehingga akhirnya menjadi kendur. Bagaimana mengatasinya?

Yang pertama jelas biasakan periksa rantai secara berkala. Hal ini akan menghindarkan Anda dari kerusakan pada rantai. Idealnya periksa kondisi rantai setiap 1.000 km sekali. Jangan menggunakan oli atau gemuk (grase) untuk melumasi rantai Anda.

Penggunaan oli atau Grease justru membuat rantai lebih lengket dan rentan untuk dikotori debu saat berjalan. Debu-debu yang menempel bisa merusak bagian rantai termasuk juga gear. Lumasi rantai motor Anda dengan pelumas khusus rantai yang sekarang banyak dijual di pasaran.

Jangan lupa membersihkan rantai dari debu, minimal dalam jangka waktu dua atau tiga minggu sekali. Gunakan sikat gigi untuk membersihkan. Jangan gunakan air sabun karena akan membuat rantai motor kering.

Jika rantai sudah mulai kendur, salah satu opsi adalah memotong mata rantai satu kali. Jika langkah tersebut sudah Anda lakukan namun rantai masih saja berbunyi dan kendur, mungkin saatnya Anda mengganti rantai motor Anda. Tetap gunakan gear set dan rantai asli alias original part yang sesuai dengan motor Anda. (Motovaganza)

2. Standar samping dan tengah

Bagian ini juga mudah berkarat jika dibiarkan kotor. Bersihkan sekitar kolong ini dengan air yang disemprotkan dan dibersihkan dengan kuas atau sikat gigi bekas.
Setelah itu semprotan cairan anti karat, misalnya WD-40 dan sebagainya.

Gerakan standar samping dan tengah jadi lebih mudah. Bila tidak atau ada bagian as yang kotor atau berkarat, standar biasanya susah digerakkan.

3. Kanvas rem dan piston cakram rem

Kanvas rem yang dibuat asbes, jika sering kena air akan mengeras saat kering. Solusinya setelah dicuci, rem diinjak sesering mungkin agar kanvas benar-benar kering. Kotoran yang menempel pada cakram sangat mungkin mengganggu piston dan kanvas untuk melakukan kinerja maksimal.

Untuk roda belakang yang masih menggunakan rem teromol, tak hanya kampas dan teromol yang harus dibersihkan, juga tuas menggerakkan sepatu rem.

Berikut ini adalah cara perawatan rem cakram sepeda motor agar awet dan bekerja maksimal:

  1. Mengganti minyak rem. Minyak rem perlu diperhatikan, karena sistem pengereman cakram sangat mengadalkan cairan ini untuk menggerakan piston yang terdapat pada master rem. Master rem ini berfungsi sebagai penggerak kaliper dalam mencengkeram piringan cakram pada saat Kawan Kapsul menarik tuas rem. Jika lalai, dikhawatirkan adanya saluran minyak yang tersumbat karena minyak kotor atau minyak rem telah encer karena usia pakai yang sudah melewati batas. Jika itu terjadi maka maka kinerja piston akan ikut terganggu. Penggantian minyak rem yang disarankan adalah 1 tahun sekali atau paling lama 2 tahun sekali agar mendapatkan performa maksimal dari rem tersebut. Dan yang juga harus diperhatikan adalah setiap minyak rem memiliki kekentalan berbeda dengan kode DOT 3 atau DOT 4. Jangan sembarangan menggunakan minyak rem, sesuaikanlah kode tersebut agar kerja rem maksimal.

  2. Bersihkan kaliper rem. Karena sifat rem cakram yang terbuka, maka perangkat ini akan rentan kotor terkena debu, pasir dan kotoran yang beterbangan di jalan. Jika kotoran tersebut menempel pada komponen pengereman, maka kinerja rem juga tidak akan berjalan optimal. Untuk itu sebaiknya kebersihan dari komponen ini sangat diperhatikan. Cara membersihkan adalah dengan melepas kaliper rem yang menempel ke shock breaker lalu dengan cermat lepas kabel rem. Setelah itu lepaskan kanvas rem yang menempel dalam kaliper kemudian bersihkan permukaan bantalan rem dengan menggunakan ampelas atau sikat kawat. Lalu bersihkan dengan angin bertekanan (kompresor) untuk membersihkan sisa-sisa kotoran pada bagian yang tidak terjangkau. Setelah benar-benar bersih pasang kembali komponen tersebut.

  3. Pastikan kaliper masih normal. Kaliper atau banyak yang menamakan kepala babi jarang sekali rusak. Namun, ada hal yang membuatnya berfungsi tidak maksimal. Misalkan pemasangannya yang tidak tepat posisinya bergeser karena suatu hal. Bila kondisi kaliper bergetar, maka baik piringan cakram maupun kanvas rem akan cepat aus. Ini disebabkan adanya bagian-bagian tertentu dari kaliper akan bergesekan terus menerus dengan piringan cakram. Efek yang dirasakan adalah laju sepeda motor akan tersendat. Untuk itulah sebaiknya Kawan Kapsul rutin memeriksa posisi kaliper. Caranya cukup mudah, Kawan Kapsul cukup memutar bagian ban sepeda motor, lalu perhatikan  gerakkan piston, bila pergerakannya masih tidak ada yang janggal dengan piringan cakram, itu artinya kaliper masih dalam kondisi baik.

  4. Seal piston. Kondisi seal piston juga harus diperhatikan itu untuk menghindari adanya kebocoran minyak. Jika seal bocor maka minyak rem akan rembes dan keluar. Lama kelamaan minyak rem akan berkurang dan akan mengakibatkan kinerja piston tidak maksimal dan sistem pengereman tidak akan sempurna. (Rugbymane)

4. Leher knalpot

Perhatikan setiap sepeda motor yang lewat, pasti banyak mengalami perubahan pada leher knalpotnya, menjadi sedikit krem karena terdapat banyak kerak.
Penyebabnya, bagian jarangnya dicuci bersih. Karena panas, kotoran dan air hujan mudah mengering di bagian ini.

Bila dibiarkan terus, menyebabkan keropos.

5. Ban

Ban dicuci dengan sikat halus. Kotoran yang bercampur air hujan jika dibiarkan, menyebabkan dinding ban cepat getas

Sumber : TribunNews

(in)

%d blogger menyukai ini: