Sketsa News
Home Berita Terkini, Foto, News Visual, Citra Thermal, Grafik Seismik, Peta Gunung Soputan di Sulut Meletus

Visual, Citra Thermal, Grafik Seismik, Peta Gunung Soputan di Sulut Meletus

Sketsanews.com – Gunung Soputan muntahkan awan panas sejauh 2,5 km. Beberapa daerah di Minahasa terkena dampak letusan Gunung Api Soputan, namun yang lebih parah yang terkena dampak adalah di Wilayah Langowan, khususnya wilayah Langowan Barat.

 

Laman Tribun Manado mewartakan, Di sepanjang jalan wilayah Langowan terlihat abu tebal, jika ada kendaraan yang melintas abu langsung menutupi pandangan, pun tanaman juga tertutup debu, atap rumah warga diselimuti abu yang lumayan tebal.
 

“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat, kalau tidak penting jangan dulu keluar rumah, soalnya abu sangat banyak,” jelas Roudy Mewoh camat Langowan Barat.

Ia menambahkan, sudah melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit Noongan, juga BPBD Minahasa, dan kami sudah bentuk posko bencana.”Sudah koordinasi ke badan bencana untuk tambah tenda darurat,” jelasnya.

 

Terparah menurutnya, dari wilayah Raringis dan Noongan.”Ketebalan abu 2-3 cm, dan kami khawatirkan tanaman rusak parah, sebab banyak yang baru tanaman rusak, dan kami akan laporan ke pemerintah total kerusakan,” jelasnya

Peningkatan Tingkat Aktivitas G. Soputan Dari Level II (waspada) Menjadi Level III (siaga) Sejak 4 Januari 2016

I.      PENDAHULUAN

Gunungapi Soputan merupakan gunungapi strato yang terletak pada posisi geografis 1°06’30” Lintang Utara dan 124°44’00” Bujur Timur. Secara administratif berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Ketinggian G. Soputan sekitar 1784 m di atas muka laut.

Aktivitas vulkanik G. Soputan dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava yang terus bertambah sejak tahun 1991. Pertumbuhan kubah lava tersebut sering diiringi dengan letusan abu. Dalam status Waspada (Level II), kegiatan G. Soputan dicirikan oleh hembusan asap di tubuh kubah lava.

Perubahan status G. Soputan mulai dari tanggal 6 Mei 2014 hingga 4 Juli 2015 adalah sebagai berikut :

  1. Pada tanggal 6 Mei 2014 tingkat aktivitas G. Soputan ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pukul 11:00 WITA.
  2. Pada tanggal 7 Agustus 2014, pukul 12.00 WITA tingkat aktivitas G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
  3. Pada tanggal 26 Desember 2014 tingkat aktivitas G. Soputan dinaikan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pukul 03:00 WITA.
  4. Pada Tanggal 3 Juli 2015 tingkat aktivitas G. Soputan diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).

 

II. VISUAL

Hasil pengamatan visual asap dari puncak kawah Gunungapi Soputan dari tanggal 28 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 adalah sebagai berikut: 

  • Tanggal 28 Desember 2015, cuaca berawan, angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 22 – 36oC. Gunungapi terlihat jelas. Teramati asap putih tipis hingga sedang tinggi sekitar 75 – 100 m. 
  • Tanggal 29 Desember 2015, cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 22 – 27 oC dengan curah hujan 13.5 mm. Gunungapi tertutup kabut. 
  • Tanggal 30 Desember 2015, cuaca mendung hingga berawan, angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 21 – 33 oC. Gunungapi tertutup kabut. 
  • Tanggal 31 Desember 2015, cuaca cerah hingga mendung disertai hujan gerimis. Angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 22 – 34oC dengan curah hujan 2.3 mm. Gunungapi tertutup kabut. 
  • Tanggal 1 Januari 2016, cuaca berawan hingga mendung disertai hujan deras, angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 21 – 26 oC dengan curah hujan 14.8 mm. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama putih sedang dengan tinggi sekitar 20 m. 
  • Tanggal 2 Januari 2016, cuaca cerah hingga mendung disertai hujan gerimis. Angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 21 – 35 oC dengan curah hujan 9.4 mm. Gunungapi tertutup kabut. 
  • Tanggal 3 Januari 2016, cuaca cerah hingga mendung disertai hujan gerimis, angin lemah hingga sedang dari barat, suhu 22 – 34 oC dengan curah hujan 0.9 mm. Gunungapi tertutup kabut.
  • Tanggal 4 Januari 2016 hingga pukul 16:25 WITA, teramati asap dari kawah utama berwarna putih tebal kemerahan setinggi lk. 300m di atas Puncak G. Soputan.

 

III. KEGEMPAAN

Hasil pengamatan kegempaan yang terjadi di G. Soputan dari tanggal 28 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 28 Desember 2015, 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 33 – 35 mm, S-P 0.5 – 1 detik dan lama gempa 12 – 19 detik. 60 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 10 – 41 mm dan lama gempa 9 – 36 detik. 44 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 10 – 185 detik.
  • Tanggal 29 Desember 2015, 2 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplitudo maksimum 7 – 39 mm dan lama gempa 110 – 150 detik. 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 26 – 28 mm, S-P 0.5 – 1 detik dan lama gempa 11 – 12 detik. 67 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 10 – 40 mm dan lama gempa 10 – 35 detik. 82 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 9 – 125 detik.
  • Tanggal 30 Desember 2015, 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplitudo maksimum 6 mm dan lama gempa 85 detik. 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 34 mm, S-P 0.5 detik dan lama gempa 14 detik. 72 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 14 – 40 mm dan lama gempa 7 – 25 detik. 84 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 7 – 120 detik.
  • Tanggal 31 Desember 2015, 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplitudo maksimum 5 – 33 mm dan lama gempa 77 – 160 detik. 8 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 14 – 135 mm, S-P 0.5 – 1 detik dan lama gempa 6 – 19 detik. 97 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 14 – 40 mm dan lama gempa 10 – 37 detik. 97 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 10 – 163 detik.
  • Tanggal 1 Januari 2015, 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 24 – 25 mm, S-P 0.5 – 1 detik dan lama gempa 9 – 12 detik. 116 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 13 – 40 mm dan lama gempa 8 – 35 detik. 107 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 7 – 175 detik.
  • Tanggal 2 Januari 2015, 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 25 – 32 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 10 – 12 detik. 116 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 11 – 40 mm dan lama gempa 11 – 38 detik. 97 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 7 – 40 mm dan lama gempa 10 – 170 detik.
  • Tanggal 3 Januari 2015, 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplitudo maksimum 39 – 40 mm, S-P 6 – 7 detik dan lama gempa 39 – 50 detik. 6 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplitudo maksimum 30 – 36 mm, S-P 0.5 – 1 detik dan lama gempa 10 – 14 detik. 137 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 10 – 40 mm dan lama gempa 9 – 35 detik. 91 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 40 mm dan lama gempa 10 – 143 detik.
  • Tanggal 4 Januari 2015 hingga pukul 12:00 WITA, 97 kali gempa Hembusan (HB) dengan amplitudo maksimum 9 – 40 mm dan lama gempa 9 – 45 detik. 110 kali gempa Guguran dengan amplitudo maksimum 5 – 41 mm dan lama gempa 11 – 141 detik.

 

IV. POTENSI BAHAYA

Berdasarkan sejarah aktivitasnya, potensi bahaya G. Soputan dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Pertumbuhan kubah lava dimulai sejak tahun 1991, hingga meluber keluar dari bibir kawah menyebabkan sering terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 6 km dari puncak ke arah barat daya, penduduk terdekat berada pada berjarak 8 km dari puncak.
  • Pada saat musim hujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas, sehingga terjadi letusan sekunder, berupa letusan freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran (tipe Karangetang).
  • Pada daerah perkemahan (camping ground) di lereng timur laut berjarak sekitar 4 km dari puncak G. Soputan, berpotensi terlanda hujan abu lebat dan dapat terkena lontaran batu (pijar).
  • Endapan material letusan G. Soputan di lereng sebelah barat – tenggara, apabila terjadi hujan lebat bisa mengakibatkan terjadinya lairan lahar yang mengarah ke: S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang, Londola Kelewehu dan Londola Katanya.
  • Potensi bahaya lainnya ialah guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi, umumnya terjadi di bagian utara. Tetapi yang harus diwaspadai ialah jika terjadi guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah Silian, karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut.

V. EVALUASI

Berdasarkan pengamatan visual terhadap G. Soputan teramati asap kawah utama putih tipis hingga sedang tinggi sekitar 20 – 100 m di atas Puncak G. Soputan. Foto yang diambil dalam kurun 2 hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan ketebalan asap berwarna putih hingga kelabu muda dengan ketinggian mencapai 300 m di atas Puncak G. Soputan. Pengambilan citra oleh Kamera Termal menunjukkan adanya Sinar Api di Puncak G. Soputan yang menjadi indikasi kuat adanya peningkatan suplai fluida magma ke permukaan.

Kegempaan G. Soputan menunjukkan adanya peningkatan pada gempa Hembusan (HB) dan gempa Guguran dalam beberapa bulan terakhir. Pada tanggal 4 Januari 2016, jumlah kegempaan guguran dan hembusan meningkat sangat signifikan. meningkatnya jumlah gempa Guguran mengindikasikan adanya peningkatan suplai magma ke permukaan. Sementara itu, dalam seminggu terakhir jumlah Gempa Vulkanik Dalam terekam antara 2 – 3 kejadian per hari.

Perhitungan amplituda seismik (RSAM) menunjukkan peningkatan signifikan terutama dalam periode 12 jam terakhir ini. Data Frekuensi Dominan kegempaan G. Soputan mengindikasikan adanya peningkatan kegempaan dengan frekuensi tinggi yang dapat merefleksikan proses peretakkan batuan di dalam tubuh gunungapi. Data pengukuran Tilt (kemiringan), mengindikasikan ada perubahan yang cukup berarti dan menunjukkan adanya penggelembungan pada tubuh G. Soputan.

VI. KESIMPULAN

  • Hasil analisis data pengamatan visual, kegempaan/seismik dan deformasi (Tiltmeter) mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan sehingga terhitung mulai tanggal 4 Januari 2016 pukul 18:00 WITA, tingkat aktivitas G. Soputan dinaikan dariWaspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
  • Jika terjadi perubahan (penurunan/peningkatan) secara signifikan dari aktivitas vulkanik G. Soputan, maka tingkat aktivitasnya akan dievaluasi kembali disesuaikan dengan tingkat ancamannya.

VII. REKOMENDASI

Sehubungan dengan peningkatan tingkat aktivitas G. Soputan menjadi LEVEL III (SIAGA), kami merekomendasikan sebagai berikut :

  1. Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan, serta sektoral ke arah barat daya – barat – baratdaya sejauh 6.5 km. Dan dilarang melakukan pendakian ke puncak dan beraktivitas di sekitar area camping ground.
  2. Masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman banjir lahar, terutama pada musim hujan yaitu di wilayah sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di lereng G. Soputan, seperti Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.
  3. Untuk mewaspadai potensi hujan abu dikala terjadi letusan, maka masyarakat di sekitar Gunung Soputan dianjurkan untuk senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, untuk mengantisipasi ancaman gangguan saluran pernapasan.
  4. Masyarakat di sekitar G. Soputan diharap tenang, tidak terpancing isu-isu letusan G. Soputan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara tentang aktivitas G. Soputan. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
  5. Pemerintah Daerah agar berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Soputan di Silian Tiga, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

LAMPIRAN

1. Visual Gunung Soputan tanggal 3 Januari 2015 pukul 15.27 WITA
soputan1_4jan16

2. Visual Gunung Soputan tanggal 4 Januari 2015 pukul 05.27 WITA

soputan2_4jan16

3. Citra Thermal dari Gunung Soputan tanggal 4 Januari 2016

soputan3_4jan16

4. Grafik Amplituda Sesimik tanggal 1 Oktober 2015 – 4 Januari 2016

soputan4_4jan16

5. Grafik RSAM tanggal 1 Desember 2015 – 4 Januari 2016

soputan5_4jan16

6. Grafik Frekuensi Dominan tanggal 1 September 2015 – 4 Januari 2016

soputan6_4jan16

7. Data Kegempaan tanggal 1 Januari – 3 Januari 2016

soputan7_4jan16

8. Seismogram Gunung Soputan tanggal 4 Januari 2016

soputan9_4jan16

9. Grafik Tiltmeter tanggal 11 November 2015 – 4 Januari 2016

soputan10_4jan16

10. Peta KRB Gunung Soputan

soputan11_4jan16

(in)

%d blogger menyukai ini: