Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Densus 88 tangkap dan siksa terduga teroris di bawah umur

Densus 88 tangkap dan siksa terduga teroris di bawah umur

Sketsanews.com -The Islamic Study And Action Center (ISAC) melayangkan surat pengaduan menyusul penangkapan dua anak di bawah umur yang dicurigai terlibat jaringan teroris oleh Densus 88 beberapa waktu lalu.

kedua-terduga-teroris-di-bawah-umur-disiksa-densus-88-QzylYrwOkP

Selain mengadukan tim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) karena dianggap melakukan pelanggaran HAM, The Islamic Study And Action Center (ISAC) pun mengadukan adannya kekerasan yang dialami oleh kedua orang terduga teroris oleh Densus 88.

Sebagaimana yang dilansir Okezone.com sekertaris ISAC, Endro Sudarsono mengatakan dari pengaduan orang tua Andika Bagus Setyawan pada ISAC, dijelaskan bila kondisi siswa kelas 2 MAN Jamsaren yang dianggap Densus terlibat dalam jaringan teroris Ibad ini di tahanan babak belur.

Andika ini masih duduk di MAN kelas 2. Dari keterangan bapaknya yang sudah menjenguk, Andika ini dituduh terlibat dalam jaringan Iban,” papar Endro dalam konferensi pers di Masjid Baitusalam Solo, Jumat (8/1/2015).

Sedangkan Hamzah, ungkap Endro, tidak terlibat dalam jaringan teroris di bawah Iban, namun dianggap melindungi Andika dari kejaran Densus 88. “Hamzah dari informasi yang kami terima, dia ditangkap Densus karena dianggap melindungi Andika dari kejaran Densus,” papar Endro

Saat orang tua Andika menjenguk putranya, orangtua mendapatkan kondisi putranya sangat mengenaskan. Kepada orangtuanya, Andika mengaku bila dirinya menjalani pemeriksaan usai salat Ashar hingga Isya.

“Yang diketahui pihak keluarga dan disampaikan pada kita yaitu pemeriksaan terhadap Andika sendiri terjadi pada hari kamis, mulai dari habis Ashar hingga Isya,” jelas Endro dalam konfrensi pers di Masjid Baitusalam, Tipes, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/1/2016).

Saat diintrograsi, ungkap Endro, Andika tak mau menceritakannya. Namun dilihat dari ciri-ciri fisik yang dialami Andika, terlihat bila anak dibawah umur itu mendapatkan kekerasan. Andika sendiri saat ini berada di LP Salemba.

Sedangkan untuk Hamzah, ungkap Endro, dari informasi yang diperoleh ISAC, ternyata tak bisanya Hamzah berjalan dan terpaksa merangkak dikarenakan saat pemeriksaan Hamzah mendapatkan kekerasan fisik. Dimana, Hamzah diminta untuk tidur terlentang. Kemudian, pahannya di kasih balok. Dan diatas balok ditaruk kayu. Kemudian kayu itu diinjak berulang-ulang.

Tak berhenti di situ saja, ungkap Endro, Hamzah dipasangkan sesuatu di dalam bajunya. Usai dipasangkan, Hamzah pun dipukuli dan ditendang berulang-ulang. Hingga bagian Ulu hatinya sakit. Bahkan Hamzah mengaku saat itu sampai terkencing-kencing.

“Sampai Hamzah ini kepalanya di masukan ke dalam WC hingga tidak bisa bernafas. Kemudian, kemaluannya dipukul hingga kulitnya lecet. Kalau Hamzah sendiri saat ini masih berada di Mako Brimob,”terangnya.

Untuk itu, ISAC meminta agar Ketua DPR dan Ketua Komisi III DPR RI memanggil Kapolri dan Kadensus 88 untuk meminta keterangan perihal penganiyayaan terhadap Andika dan Hamzah.

Selain itu ISAC pun meminta agar Komnas HAM mengusut terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88,dan meminta pada Komnas Perlindungan anak untuk memberikan anvokasi dan pendampingan hak-hak anak. Sedangkan pada Kapolri, ISAC meminta agar mengevaluasi SOP dan personal Densus 88 agar lebih profesional dan tidak ada lagi pelanggaran HAM.

Apalagi barang bukti sepeda motor saat itu yang ditabrak Densus saat keduannya tengah mengendarai bukan sepeda motor jenis Supra yang saat ini jadi barang bukti. Melainkan sepeda motor jenis sion.

Sebelumnya, pada hari Selasa 29 Desember 2015, Densus 88 membekuk kedua terduga teroris yaitu Andika Bagus Setyawan warga Semanggi RT 01/07 Kelurahan Semanggi, Solo, Jawa Tengah dan Nur Prakoso alias Hamzah warga jalan Dr. Rajiman, Baron Cilik, RT 04/06 Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo, Jawa Tengah di sekitar Hotel Paragon.

Keluarga baru bisa menjenguk Andika pada 31 Desember dengan didampingi anggota reskrim dari unit PPA. “Saat menjenguk itu lah orangtua Andika melihat mulai dari kaki hingga kepala Andika lebam-lebam,” terangnya.

Tak hanya itu, 10 jari Andika menegang seperti dalam posisi mencakar. Kemudian baju dan celananya penuh dengan kotoran. “Saat diajak Salat Magrib jamaah, Andika sulit berdiri tegak dan sulit berjalan. Tak hanya Andika, Hamzah pun mengalami kondisi serupa. Bahkan saat Hamzah mendatangi keluarga Andika, bukan dengan posisi berdiri tapi merangkak,” pungkasnya.

(Jp/Okezone)

%d blogger menyukai ini: