Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Opini Ironi, Ketika Mengartikan Nilai Sebagai Angka Bukan Value

Ironi, Ketika Mengartikan Nilai Sebagai Angka Bukan Value

Sketsanews.com – Ketika kita mengartikan Nilai itu sebagai ANGKA-ANGKA dan bukan mengartikan Nilai sebagai Value (Nilai Etika Moral dan Akhlak)
Selama lebih dari 60 tahun kita telah ditekan oleh orang tua dan guru kita dulu dan kini kembali giliran kita menekan anak dan murid kita untuk memperoleh “Nilai” dalam artian ANGKA bukan Akhlak dan Etika Moral.

Dan inilah hasil yang kita petik saat ini:

ILustrasi : Kenapa Matematika Selalu Menjadi Momok Menakutkan? | Foto via INFIA ‏@infiadotco
  • Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg …………………
  • Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu begitu panjang dan lebar. Tapi memiliki sudut pandang yg pendek dan semakin sempit.
  • Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.
  • Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..
  • Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.
  • Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.
  • Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.
  • Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.
  • Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.
  • Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tersenyum dan tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.
  • Dengan teknologi yang memudahkan segalanya kita menjadi semakin malas, Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.
  • Kita telah melipat gandakan barang dan HARTA miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.
  • Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.
  • Kita belajar bagaimana mencari uang yg jauh lebih banyak tapi bukan mencari kehidupan lebih bahagia dan penuh arti.
  • Kita telah mencapai keberhasilan jauh mengunjungi bulan tapi justru tidak kenal atau tidak pernah mengunjungi tetangga di sebelah rumah kita.
  • Kita memiliki pendidikan yang tinggi tapi justru memiliki moral yang rendah, memiliki masalah dg menyeberangi jalan, membuang sampah dan mengantri giliran kita tanpa menyerobot hak orang lain.
  • Dengan akal, kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.
  • Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.
  • Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.
  • Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
  • Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.
  • Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.
  • Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.
  • Kita begitu pandai menuntut orang lain dan anak kita untuk menjadi yang terbaik, tapi kita tidak pernah menuntut diri sendiri untuk menjadi orang tua yang terbaik bagi anak kita.
  • Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna oleh tubuh kita.
  • Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil dan moral yang sangat rendah.
  • Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.
  • Teknologi komunikasi semakin canggih tapi komunikasi dengan keluarga yang semakin buruk.
  • Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.
  • Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat;
    popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.
  • Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.
  • Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.
  • =================================================

  • Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda dimanapun berada, tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,… ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

 

=================================================

 

  • Ingatlah…… Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.
  • Ingatlah peristiwa dimana kita telah kehilangan satu demi satu orang yang paling kita cintai….
  • Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.
  • Ingatlah..
  • Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.
  • Berikanlah waktu untuk MENCINTAI
  • berikanlah waktu untuk BERBICARA DARI HATI
  • Berikanlah waktu bersama untuk berbagi fikiran dan perasaan yg berharga dibenak anda.
  • Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.
  • Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang-orang terhormat, melainkan hanya kedekatan kita bersamanya.
  • Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.
  • Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran dari peradaban yg kita sedang jalani saat ini…?

=================================================
di angkat dari tulisan George Carlin, seorang Comedian Cerdas penuh nurani.
di tulis ulang oleh ayah edy, untuk seluruh sahabatku dimanapun berada
Bagikanlah tulisan ini kepada siapa saja jika dirasa membarikan manfaat bagi kita.

 

SEBUAH PENGALAM PRIBADI DAN RENUNGAN BUAT SAYA DAN KELUARGA SAYA

Facebook : Komunitas AYAH EDY

 

(iin)

%d blogger menyukai ini: