Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Dokter Rica Pulang, Kaitan Gafatar?

Dokter Rica Pulang, Kaitan Gafatar?

Sketsanews.com – Istri dokter Aditya Akbar, bernama Rica Tri Handayani yang hilang bersama anaknya pada 30 Desember kemarin berhasil ditemukan jajaran Polda DIY di bandara Iskandar Pangkalan Bun Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB. (11/1/2016).

BREAKING NEWS: Akhirnya dr Rica Tiba di Yogyakarta | JOGJAMEDIA ‏@JogjaMedia | 17.30 – 11 Jan 2016

 

Laman Tribun Jogja mewartakan, Setelah perjalanan panjang dari Pangkalan Bun, Kalimantan tengah, Rica, anaknya beserta tiga orang korban lainnya yang berasal dari Boyolali telah ditemukan dengan selamat dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polda DIY. Sekitar pukul 15.35 WIB, rombangan bis dengan pengawalan penuh tiba di Polda DIY.

Bus tersebut berisi Rica, anak dan suaminya, dokter Aditya, tiga korban dari Boyolali berinisial E, M, N. Kapolda DIY Brigjen Erwin Triwanto mengatakan kesemua orang tersebut diamankan di bandara Iskandar Pangkalan Bun sekitar pukul 06.00 WITA.

“Kalau dilihat dari tiketnya, kelima korban mau ke Semarang, saat di konter cek in kita lakukan penangkapan,” jelas Kapolda.

Selain korban, pada hari yang sama petugas juga mengamankan dua orang perekrut yang salah satunya masih kerabat dengan Rica. Terkait kelanjutan penyidikan, polisi akan mendatangkan psikolog dari mabes polri. Hal itu lantaran lantaran korban dan perekrut semuanya masih bungkam.

Kombes Pol DRS Suharsono : Dr. Rica belum bisa di ajak untuk berkomunikasi sampai saat ini #iNewsPetang | | iNewsTV ‏@OfficialiNewsTV 17.57 – 11 Jan 2016

“Motif terkait perekrutan masih belum bisa diungkap karena mereka memilih tutup mulut,” tambahnya. Walaupun belum bisa dipastikan apakah memang ada keterkaitan dengan Gafatar.

Baca lebih lanjut :: 

Kapolda memaparkan bahwa dari kesemuanya, ada kesamaan kata kunci dari informasi berupa surat-surat yang ditemukan. Yakni mereka ingin membangun peradaban baru yang lebih baik, dan memenuhi kewajiban sebagai hamba Allah.

 

 

 

Informasi yang diterima Tribun Jogja, Senin (11/1/2016), penjemputan Rica dilaksanakan oleh AKBP Ganda Saragih, Kanit Jatanras Polda DIY bersama seorang anggota piket pengamanan bandara.

Informasi tersebut juga menyebutkan Rica dan anak balitanya rencananya berangkat menuju Semarang dengan menumpang pesawat Kalstar Aviation. Rica sendiri dikabarkan telah menghilang sejak 30 Desember 2015 lalu sesaat setelah mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

 

Kronologis kepergian dr. Rica Tri Handayani Istri dokter Aditya Akbar

Rica Tri Handayani, dokter asal Lampung, dilaporkan pergi dari rumah sejak 30 Desember 2015.

Polisi menerima kabar perginya dr. Rica Tri Handayani dan putranya berdasarkan laporan yang dibuat oleh suami Rica, Aditya Akbar Wicaksono, pada tanggal 31 Desember 2015 setelah tidak bisa menghubungi istrinya via telepon.

Dari laporan itu, polisi juga mengetahui, Rica meninggalkan pesan dalam surat sebelum pergi. Selain itu, dalam suratnya, Rica juga menyampaikan tujuan kepergiannya meninggalkan keluarga.

“Jadi sebelum pergi itu Dr Rica sempat menulis surat dengan tulisan tangan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi saat ditemui, Senin (04/01/2015).

Dalam surat itu, lanjut Hudit, Rica meminta maaf tidak bisa berpamitan secara langsung kepada suami dan keluarganya sebab takut suaminya akan sedih.

Rica mengaku pergi karena menurut dia perkembangan Islam saat ini tidak sesuai dengan kaidah seharusnya sehingga banyak bencana yang terjadi.

Menurut dia, dalam surat tersebut, dirinya merasa bertanggung jawab untuk melengkapi kebenaran Tuhan.
“Dia (Rica) menulis ingin berjuang di jalan Allah. Surat itu sengaja di tinggalkan Dr Rica di rumah sepupunya sebelum pergi,” tegasnya.

Melihat surat yang ditulis Rica yang berlembar-lembar, Hudit menduga, surat tersebut sudah ditulis selama beberapa hari.
Bahkan, kepergiannya dari rumah diduga kuat sudah direncanakan jauh hari.

“Tidak mungkin ditulis sehari, isinya panjang, berlembar-lembar dan ditulis tangan. Jadi besar kemungkinan kepergianya sudah direncanakan,” tandasnya.

Hudit mengatakan, dalam surat itu, Rica juga menulis dirinya pergi bukan untuk bergabung dengan ISIS.

“Dia menulis pergi bukan untuk bergabung dengan ISIS atau sejenisnya, itu janji dia. Lalu ditulis juga kepergiannya tidak untuk selamanya,” ucapnya.

Informasi kepergian Rica bersama putranya itu juga menyebar di media sosial dan broadcast message.

(in)

%d blogger menyukai ini: