Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kronologis Rangkaian Teror dari Starbucks Jakarta Versi Kapolda Tito

Kronologis Rangkaian Teror dari Starbucks Jakarta Versi Kapolda Tito

Sketsanews.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian membeberkan kronologi peristiwa teror di Starbucks dan Pospol Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/1). Menurutnya peristiwa ledakan dan teror itu terjadi sekitar pukul 10:50-10.55 WIB.

Menurutnya, peristiwa terjadi‎ diawali dengan serangan di Starbucks. Satu pelaku masuk ke coffee shop dan melakukan bom bunuh diri. Ini mengakibatkan banyak korban luka-luka dan kepanikan. Pengunjung cafe itu langsung berhamburan keluar.

Lihat Video Amatir Ledakan di Starbucks di Foto&Video&DataKorban Bom Sarinah Thamrin dan Rentetan Tembakan

//twitter.com/MegaSimarmata/status/687578176650743808

 

“Dan ternyata di luar cafe sudah ada dua orang lagi teroris yang menunggu, dan dilakukan penembakan kepada dua orang warga,” kata Tito dalam jumpa pers di kantor kepresidenan, Jakarta, Kamis, dilansir dari JPNN

Kemudian, menurut Tito, pada saat yang sama, tim lain dari pelaku menyerang Pospol di simpang Sarinah. Saat itu, menurutnya, ada satu orang anggota petugas polisi, Polsek yang sedang bertugas.

“Diserang dengan bom bunuh diri juga. Anggota terluka, kemudian pelakunya meninggal dunia,” imbuhnya.

Kemudian terjadi kontak senjata dengan anggota Polda Metro Jaya setelah peristiwa itu. Beruntung, imbuhnya, pada saat itu ada tim dari personel Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan pengamanan demonstrasi di Monas. Dipimpin oleh Kabiro Operasi tim itu langsung berhenti karena mendengar ledakan. Tak lama kemudian terjadi baku tembak.

“Pelaku berhasil dilumpuhkan dalam kontak tembak lebih kurang 15 menit,” tandas Tito.

 

Serangan di Starbucks dan Hubungannya dengan ISIS

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan pelaku teror bom dan penembakan di Sarinah merupakan kelompok yang berafiliasi dengan jaringan ISIS di Asia Tenggara.

“Jaringan pelaku yang berhubungan dengan kelompok ISIS di Raqa,” ujar Tito saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1/2016), dikutip dari TribunNews.

Tito menjelaskan, motif dari penyerangan siang tadi karena adanya persaingan merebutkan kekuasaan untuk menguasai jaringan ISIS di Asia Tenggara.

“Jadi Bahrum Naim yang ingin dirikan Kathibah Nusantara di Indonesia. Dia mau jadi leader ISIS di Asia Tenggara. Ada upaya rivalitas, untuk menjadi pemimpin, di Filipina sudah mendeklare dan merek bersaing ingin menjadi leadership dan Bachrum Naim lancarkan serangan,” kata Tito.

Tito mengungkapkan adanya perubahan strategi serangan di internal ISIS, yakni tidak saja melakukan operasi di Siria dan Irak.
“Kemudian amirnya, Abubakar Bagdadhi untuk lakukan operasi di luar Siria dan Irak lalu buat cabang di dunia, seperti di Eropa, Perancis, Afrika Utara, Turki dan Asia Tenggara. Sel-selnya sudah ada di thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain,” kata Tito.

(in)

%d blogger menyukai ini: