Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News AS Sudah Tahu Akan Terjadi Bom Sarinah

AS Sudah Tahu Akan Terjadi Bom Sarinah

Sketsanews.com – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake Jr, di Jakarta, Kamis (14/1/2016) petang tiba-tiba mengutuk serangan teror di Sarinah, Jakarta Pusat.

peringatan-kedubes-as-sketsanews

Padahal sebelumnya, Kedubes AS dianggap sudah mengetahui bakal terjadi bom di kawasan itu. Hal itu setelah beredar pesan dari Kedubes AS yang meminta warga negaranya untuk tidak mendekati kawasan Sarinah. Pesan itu diedarkan sekitar pukul 07.00 WIB tadi pagi.

Namun, sore ini, Dubes AS Robert Blake Jr, menyatakan, “Amerika Serikat mengutuk keras serangan teror yang kejam terhadap aparat kepolisian, WNI, dan warga asing yang tejadi hari ini.”

Dalam surat elektronika resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dia mengatakan, “Kami menyatakan belasungkawa kepada pihak keluarga korban yang tewas dan mengharapkan pemulihan menyeluruh bagi korban luka-luka.”

Dia juga menyatakan, “Kami berdiri tegak dalam rasa solidaritas bersama mitra kami dari Indonesia dan menegaskan kembali tekad kami untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dalam menumpas ancaman terorisme bersama ini.”

Pemberitahua via email

Dubes AS
Dubes AS

Pemerintah dan kepolisian menolak jika disebut kecolongan dalam teror bom Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Isu intelijen Indonesia kecolongan menyeruak di media sosial setelah beredar gambar screenshoot peringatan sejak Kamis pagi agar warga Amerika Serikat (AS) menjauhi kawasan Sarinah dan Sari Pan Pacific, Thamrin, hari ini.

Screenshoot yang menunjukkan bahwa pesan melalui surat elektronik itu dikirim pada pukul 07.51 atau tiga jam sebelum bom meledak di Sarinah pada 10.40 WIB.

“Pemberitahuan Darurat tersebut dikirim melalui email, dari jaringan tanggap darurat yang menggunakan cap waktu (time stamp) `Greenwich Mean Time (GMT) + 7.`,” sebut pernyataan di situs indonesian.jakarta.usembassy.gov.

“Email-email tersebut, yang dikirim pada 11:44 WIB dan 12:36 WIB, dikirim ke warga negara Amerika yang terdaftar dalam jaringan tanggap darurat, untuk memberikan mereka informasi mengenai perkembangan terkini dan informasi penting yang menyangkut keselamatan warga AS di luar negeri.”

Informasi itu kemudian diunggah melalui situs web resmi Kedubes AS pukul 12.16 WIB dan 13.04 WIB.

Namun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyatakan tidak benar bahwa informasi tentang teror itu telah diketahui oleh negara lain sebelum peristiwa itu terjadi.

(Br/teropongsenayan)

%d blogger menyukai ini: