Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Curi Sandal, Siswi SMP diarak Bugil dan Gerakan 1000 Sandal

Curi Sandal, Siswi SMP diarak Bugil dan Gerakan 1000 Sandal

Sketsanews.com – Aksi main hakim sendiri dengan perlakuan tidak senonoh yang menimpa Rin (14), ditelanjangi dan diarak keliling kampung, Selasa (12/1/2016). Warga Dukuh Plempeng, Desa Mojorejo, Kecamatan Kaangmalang, Sragen, ini dituduh telah mencuri sandal dan pakaian milik tetangganya.

Kronologis Siswi SMP Diarak Bugil Karena Mencuri Sandal

gegara-curi-sandal-gadis-smp-diarak-bugilLaman KrJogja mengisahkan, berawal ketika keluarga Sukamto (52) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban mengaku telah kehilangan sejumlah barang. Setelah diusut, diketahui barang-barang tersebut ternyata telah dicuri oleh Rin.

Mengetahui hal itu, Sukamto bersama istri dan salah satu kerabatnya langsung melabrak rumah Rin. Awalnya mereka hanya memarahi Jumadi dan Karsi karena dinilai tidak bisa mendidik anaknya. Kemarahan tidak berhenti sampai disitu, Sukamto seketika menggeret Rin yang saat itu sembunyi di dalam kamar. “Saat itu keluarga Sukamto marah-marah dan saya dituding-tuding. Katanya saya tidak becus mengurus anak, kalau membela berarti saya dianggap membela maling,” ujar Jumadi.

Keluarga Sukamto juga sempat menggeledah Kamar Rin dan mendapati barang yang dicuri tersimpan di kamar. Seketika barang itu diambil dan dikalungkan di leher Rin. Sementara, Rin sebelumnya juga dipaksa untuk melucuti pakaiannya hingga bugil. Rin sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis. Sementara Jumadi dan istri yang melihat anaknya ditelanjangi juga tidak kuasa berbuat apa-apa.

Tidak berhenti sampai disitu, Rin yang telanjang dan berkalungkan sandal serta pakaian curian kemudian dipaksa berjalan keliling kampung. Para tetangga yang menyaksikan juga tidak kuasa menolong. Aksi itu baru berhenti setelah Rin berjalan sekitar 1 kilometer, seorang tokoh masyarakat setempat melihat kejadian itu dan meminta Rin masuk ke rumahnya. “Awalnya saya melihat orang telanjang berjalan dan tidak tahu ada masalah apa. Saya kemudian inisiatif meminta Rin masuk ke rumah dan memakai baju,” ujar Widodo tokoh masyarakat setempat.

Sukamto saat dikonfirmasi mengaku terpaksa melakukan hal ini karena ingin membuat jera pelaku pencurian. Kejadian pencurian ini menimpa keluarganya sudah berkali-kali dan diduga dilakukan oleh orang yang sama. “Sudah 6 kali aksi pencurian terjadi di rumah saya, siapa yang tidak sakit hati. Kami tidak ada maksud apa-apa selain agar pelaku jera,” ujarnya membela diri.

Sementara kasus main hakim sendiri ini akan dibawa ke ranah hukum. Dipastikan keluarga korban akan melapor ke aparat kepolisian setempat dalam waktu dekat. “Kami sudah mendampingi korban yang masih sekolah SMP itu dan siap melaporkan kasus ini ke polisi. Ini adalah tindakan main hakim sendiri yang tidak sebanding dengan apa yang dicuri,” ujar Ketua Aliansi Peduli Perempuan Sragen (APPS), Sugiyarsi

Aksi Solidaritas netizen, Kumpulan 1000 Sandal dan pakaian untuk disumbangkan kepada keluarga Sukamto

gerakan-1000-sandalkasus-siswi-smp-diarak-bugilKasus siswi SMP Sragen yang diarak tanpa busana keliling kampung karena dituduh mencuri mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya dari netizen media sosial Kumpulan Wong Sragen (KWS) yang menyerukan gerakan 1.000 sandal.

KWS yang merupakan perkumpulan warga Sragen di beberapa kota rencananya akan memberikan sandal yang terkumpul kepada Sukamto yang tidak lain adalah pelaku yang mengarak korban. Salah satu netizen, Dhimas Ragil Saputra dalam akunnya mengaku sebagai warga Karangmalang Sragen merasa malu atas tindakan Sukamto dan istrinya yang mempermalukan anak gadis belia itu. Kepada pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus ini. Dia juga mengajak warga Sragen untuk mengumpulkan sandal dan pakaian untuk disumbangkan kepada keluarga Sukamto.

Senada disampaikan akun Aulia Wijaya yang memosting ‘Petisi seribu sandal untuk Sukamto’ berikan ajakan kemanusiaan untuk mengumpulkan seribu sandal. Rencananya aksi pengumpulan sandal akan dilakukan Minggu (17/01/2016) mendatang pada arena car free day (CFD) Sragen.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sragen, Taufiq Nugroho, mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap anak itu. “Kalau perkara itu tidak tuntas berarti aparat membiarkan tindakan main hakim sendiri terjadi,” ujarnya.

Taufiq berencana menggelar aksi damai untuk mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku kejahatan anak itu. Hal ini sebagai dukungan serta desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus biadab yang memalukan ini.

Sementara, pasangan suami istri (Pasutri) pelaku arak bugil, Sukamto (52) dan Wiji Lestari (37) akhirnya diamankan aparat Polres Sragen. Keduanya terancam hukuman penjara hingga 10 tahun karena akan dijerat dengan UU Pornografi nomer 44/2008 dan UU Perlindungan Anak (PA) nomer 35/2014. “Selain itu kami juga mengamankan salah satu kerabat Sukamto yang diduga ikut terlibat,” ujar Wakapolres Sragen, Kompol Yudi Arto Wiyono.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: