Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Dua Di Antara Lima Teroris Itu Residivis

Dua Di Antara Lima Teroris Itu Residivis

Sketsanews.com – Mabes Polri menyatakan, dua di antara lima orang pelaku peledakan bom dan penembakan membabi buta yang terjadi di kawasan Thamrin pada Kamis (14/1) kemarin adalah residivis kasus terorisme.

Diduga salah satu pelaku Bom Sarinah
Diduga salah satu pelaku Bom Sarinah

“Sudah dipastikan bahwa yang bertanggung jawab adalah ISIS. Kita menduga dua di antara lima mayat yang diduga pelaku kemungkinan adalah residivis kegiatan radikal,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri Jumat (15/1).

Anton tidak menyebut siapa dua orang yang dia maksudkan itu. Tapi, sebagaimana diberitakan media ini, lelaki bertopi yang memegang senjata api dan ransel dikenal sebagai Afif alias Sunakim.

Afif dikenali oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman saat dihubungi Jumat (15/1) pagi. Jibriel Rahman adalah putra dari Ustadz Abu Muhammad Jibriel, wakil amir Majelis Mujahidin Indonesia.

”Saya yakin itu (Afif) beliau setelah melihat dari fotonya. Tak banyak berubah hanya  sedikit lebih gemuk dan jenggotnya yang tipis dulu dicukur rapi. Dia adalah anak didik Amman Abdurrahman,” kata Jibriel.

Jibriel mengenal Afif karena sama-sama pernah “mondok” di Lapas Cipinang, karena Jibriel juga sempat dituduh polisi terkait dengan kasus terorisme.

Menurut putra dari Ustadz Abu Muhammad Jibriel, wakil amir Majelis Mujahidin Indonesia ini, Afif masuk di Cipinang karena mengikuti pelatihan  para militer di Jantho, Aceh Besar pada 2010 lalu.

”Beliau bebas pada Agustus 2015 kemarin. Semasa saya mengenal memang beliau sangat antusias dan fanatik dan menganggap ustad Amman lebih bertauhid dibanding yang lain meskipun ustad Amman belum pernah menggelorakan (terlibat) jihad dengan kakinya sendiri,” urai Jibriel.

Semasa di dalam Lapas Cipinang, Jibriel menceritakan, jika fanatisme Afif kepada Amman semakin terbina. Itu karena Amman juga sempat ditahan di Cipinang karena di vonis sembilan tahun buntut dari kasus Aceh itu. Kini Amman mendekam di Nusakambangan.

Jibriel sendiri tidak menyatu dengan Amman yang dimasa lalu juga sempat terkait dengan bom Cimanggis itu. Kelompok Amman ini, menurut Jibriel berlaku ekslusif  dan bahkan hingga urusan sholat  pengikut Aman tidak akan melakukan salat secara bersama dengan orang atau rombongan lain di luar kelompok mereka.

”Dulu belum ada kelompok JAKDN itu. Dulu namanya Tauhid Wal Jihad kalau tidak salah,” sambungnya.

Nama JAKDN atau Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN) adalah wadah dari kelompok pendukung ISIS di tanah air. Mereka dianggap terkait dengan aksi teror 14 Januari itu.

Isi dari JAKDN macam-macam. Ada Mujahidin Indonesia Timur alias kelompok Santoso, Mujahidin Indonesia Barat, Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshoru Tauhid, tim Hisbah Solo, dan kelompok Amman Abdurrahman itu.

Mantan anggota markaziah JI dan juga mantan ketua Mantiqi III Jamaah Islamiah, Abu Tholut alias Imron Baehaqi, sempat mengatakan pada Beritasatu.com jika amir JAKDN adalah Amman sedangkan Abu Bakar Ba’asyir adalah penasehat.

Namun posisi Ba’asyir sebagai pendukung ISIS telah dibantah oleh pengacaranya Mahendradatta dan Achmad Michdan.

(Jp/Suara Pembaharuan)

%d blogger menyukai ini: