Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Santoso Aka Abu Wardah Tertembak?

Santoso Aka Abu Wardah Tertembak?

santoso-abu-wardah-poso-1Sketsanews.com – Satu anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas dalam baku tembak dengan tim gabungan TNI-Polri di Pegunungan Tineba, Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, diduga sebagai pemimpin kelompok itu, yakni Santoso alias Abu Wardah.

//twitter.com/TofaLemon/status/688295819779284992

 

 

Laman Media MetroTV mewartakan, Berdasarkan foto jenazah anggota tersebut yang tersebar di kalangan wartawan di Palu, terlihat sejumlah ciri-ciri yang mirip Santoso. Dalam foto tampak sesosok pria berpakaian dan celana loreng dengan rambut panjang. Di pinggang jenazah terselip sebilah parang lengkap dengan sarungnya.

Dari ciri-ciri wajah, jenazah pria dalam foto tersebut identik dengan Santoso. Mulai dari wajah yang tirus, janggut, rambut, gigi dan bibir serta hidung, jenazah pria dalam foto itu memiliki kesamaan dengan Santoso.

Namun belum ada satu pun pihak berwenang yang bisa memberikan keterangan pasti tentang identitas jenazah tersebut. Pun demikian, informasi dari pihak intelijen menyebutkan bahwa jenazah itu adalah Santoso, namun semua pihak termasuk kepolisian masih akan mengambil sampel DNA dari pihak keluarga untuk memastikan siapa sosok jenazah itu.

“Kami belum bisa memastikan itu. Karena proses pengambilan sample DNA masih akan dilakukan,” kata Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Aziz saat dikonfirmasi dari Palu, Sabtu (16/1/2016).

Kapolda mengakui saat ini masih berada di Poso bersama sejumlah petinggi Polda. “Saya sekarang di Poso untuk mengecek langsung aktivitas tim gabungan usai baku tembak,” kata Idham.

Jenazah anggota kelompok tersebut saat ini telah berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Palu. Sebelumnya, jenazah itu dievakuasi dari TKP menggunakan peralatan seadanya dan langsung diberangkatkan melalui jalur darat dengan sebuah mobil ke Palu.

Evakuasi cukup memakan waktu lama, pasalnya jarak TKP dengan perkampungan sekitar tiga kilometer dengan medan yang cukup sulit.

Sementara itu, pengejaran yang dilakukan oleh tim gabungan pasca baku tembak hingga hari ini masih berlangsung. Bahkan, beberapa personel telah melakukan olah TKP.

“Pengejaran dimulai dari TKP dan menyisiri beberapa titik yang telah ditetapkan. Kami menduga mereka masih berada di seputaran TKP,” kata Idham.

Meski sudah melakukan olah TKP, pihak Polri maupun TNI belum bisa mengonfirmasi soal barang bukti yang ditemukan usai baku tembak. Dari hasil baku tembak itu, dipastikan satu anggota kelompok tewas.

Tim gabungan yang tengah melakukan patroli rutin di seputaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat, 15 Januari, pukul 07.45 WITA, melihat sekelompok orang mencurigakan berada di dalam dan luar sebuah pondok kebun yang diketahui milik I Wayan Sujana.

Saat itu, tim gabungan yang ingin mendekati pondok tiba-tiba langsung ditembaki dari arah pondok oleh orang mencurigakan yang diduga kuat kelompok MIT. Selain ditembaki, tim gabungan yang berjumlah puluhan orang tersebut juga dilempari bom pipa rakitan jenis granat.

Tim gabungan kemudian membalas dengan rentetan tembakan. Tak ayal, baku tembak pun terjadi hingga pukul 10.00 WITA. Tim gabungan yang saat itu terus menghujani pondok dengan tembakan juga terus dibalas oleh kelompok MIT yang terlihat berjumlah tujuh sampai delapan orang. Dalam baku tembak satu orang dari kelompok itu terkena dan langsung tewas di tempat.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: