Sketsa News
Home News Buku Anak Islam Suka Membaca dan SE Larangan Kemendikbud tentang Buku TK Berbau Radikalisme

Buku Anak Islam Suka Membaca dan SE Larangan Kemendikbud tentang Buku TK Berbau Radikalisme

C. Jilid 4, halaman 5 ‘Jihad’, halaman 12 ‘bom’, halaman 15 ‘Kafir’. Halaman 2 ‘berjihad di jalan dakwah’, halaman 26 ‘hati-hati man haj batil

anak-islam-suka-membaca-dilarang-gp-ansor-se-kemendikbud

Laman Metrotvnews.com mewartakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang buku ‘Anak Islam Suka Baca’ beredar pada siswa tingkat Taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Larangan itu dituangkan dalam surat edaran Kemendikbud per 21 Januari 2016.

Surat edaran yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud itu bernomor 109/C.C2/DU/2016 tentang Pelarangan Bahan Ajar PAUD mengandung unsur kekerasan. Surat edaran ditujukan bagi kepala seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten atau kota.

anak-islam-suka-membaca-dilarang-gp-ansor-se-kemendikbud-2

Adapun isi surat edaran itu yakni;

1. Anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk pembentukan karakter dan budi pekerti. Oleh karena itu semua informasi yang diterima secara lisan, tayangan maupun tulisan seharusnya bebas dari unsur kekerasan faham kebencian, SARA dan Pornografi.

2. Berdasarkan laporan masyarakat dan kajian terhadap BUKU ANAK ISLAM SUKA MEMBACA Karangan Nurani Mustain terbitan pustaka amanah Solo Jateng, cetakan 2013 memuat unsur-unsur tersebut diatas. Yang seharusnya tidak diperkenalkan pada anak usia dini.

Hasil kajian pada intinya, kata dan kalimat yang digunakan pada buku tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak tentang kekerasan, Misalnya;

A. Jilid 2 halaman 28, ada caci maki

B. Halaman 5, ‘di sini ada belati’, halaman 9 ‘gegana ada di mana’, halaman 18 ‘rela mati bela agama’, halaman 25 ‘apa kamikaze itu’, halaman 27 ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘lelaki bela agama’, ‘wanita bela agama’, ‘kita semua bela agama’, ‘kita selalu sedia jaga agama kita demi Illahi semata’.

Halaman 30 ‘bahaya sabotase’, halaman 42 ‘laga suci di Qodisiya, halaman 45 ‘topi baja kena peluru’, halaman 46 ‘bilamana ada resolusi’, hal 50 ‘bazoka dibawa lari’.

C. Jilid 4, halaman 5 ‘Jihad’, halaman 12 ‘bom’, halaman 15 ‘Kafir’. Halaman 2 ‘berjihad di jalan dakwah’, halaman 26 ‘hati-hati man haj batil’.

3. Mengingat hal tersebut diatas, buku-buku tersebut belum memenuhi kriteria kelayakan bahan prakeaksaraan untuk anak usia dini. Sehingga tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai bahan ajar di satuan PAUD.

Surat edaran di atas tercantum merujuk pada Permendikbud No 82 tajin 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan kejahatan terorisme dengan siswa dan anak anak tanggal 14 Januari 2016 yang dikeluarkan oleh biro komunikasi dan layannan masyarakat Kemendikbud.

“Selanjutnya kami mohon bantuan saudara untuk dapat menginformasikan kepada jajaran dan satuan PAUD di wilayah saudara,” kata Dirjen Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar dalam surat edaran, Kamis (21/1/2016). DRI

Laporan dari GP Ansor

“Ini patut diduga upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme,” kata Benny Rhamdani dalam konferensi pers di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016), dikutip dari TribunNews.

Benny menjelaskan buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul ‘Anak Islam suka membaca’.

Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom, sahid di medan jihad, selesai raih bantai Kiai hingga cari lokasi di Kota Bekasi.

Kemudian ada juga kalimat dan kata kata yang mengandung radikalisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada dimana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘basoka dibawa lari’, dan ‘kenapa fobi pada agama’.

“Berdasarkan informasi, TK yang menjadikan buku ini sebagai bahan pelajaran di Depok, kabarnya dijadikan tempat bimbingan dan konsultasi metode belajar membaca praktis. Dikhawatirkan di beberapa wilayah lain buku ini juga tersebar,” katanya

“Di tangan kami ada 5 jilid. Buku ini dicetak pertama tahun 1999 kemudian tahun 2015 sudah mencapai cetakan ke 167. Penerbitnya Pustaka Amanah alamatnya di Jalan Cakra No. 30 Kauman, Solo. Penulisnya Murani Musta’in,” tambah Benny.

Sekjen GP Ansor Adung Abdurrochman mengungkapkan, penulis buku tersebut yakni Murani Musta’in merupakan merupakan istri dari pimpinan kelompok radikal di Solo.

“Informasi yang kami terima, penulis ini (Murani) adalah istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo,” kata Adung.

Menurut dia, kelompok pimpinan Ayip tersebut diduga menyebarkan paham radikalisme yang ideologinya berasal dari paham penganut Salafi Wahabi.

“Penulis juga memasukkan aspek ideologinya seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme,” jelasnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: