Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kemenag beri Beasiswa S2 Guru Madrasah, @ 35 Juta per Tahun

Kemenag beri Beasiswa S2 Guru Madrasah, @ 35 Juta per Tahun

Sketsanews.com – Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) memberikan beasiswa buat guru-guru madrasah. Mereka dikuliahkan dijenjang magister (S2).

“Unisma mendapat 40 orang guru madrasah tahun ajaran 2015/2016,” jelas Drs Junaidi Mistar MPd PhD, Wakil Rektor 1 Unisma kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (22/1/2016).

Menurut dia, ada tiga perguruan tinggi yang menjadi penyelenggara pelaksana sebagai mitra. Meliputi Unisma, Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menurut Junaidi, khusus untuk Unisma, yang kuliah merupakan guru dua mata pelajaran yaitu Quran Hadis dan Fiqih.

Masing-masing guru mapel ada 20 orang. Para guru itu berasal dari berbagai madrasah di Jatim. Sedang untuk Unesa, buat kuliah guru mapel matematika. Sementara di UM untuk guru madrasah mapel Bahasa Inggris.

“Guru yang mendapat beasiswa ini mengajar mengajar mapel tersebut di MTs dan MA,” ungkap Junaidi. Agar kegiatan mengajar mereka tetap lancar sembari melaksanakan kuliah, Unisma menyiapkan jadwal kuliah Senin sampai Rabu.

“Mereka tinggal di rusunawa selama kuliah. Setelah kuliah tiga hari, mereka kembali mengajar di sekolahnya,” jelasnya. Per mahasiswa mendapat beasiswa Rp 35 juta per tahun untuk biaya kuliah dan biaya hidup. Untuk itu, mereka harus menyelesaikan kuliah tepat waktu. Setelah lulus, mereka kembali ke institusinya. Untuk menjadi lembaga penyelenggara, menurut Junaidi, Unisma mengajukan proposal.

Sehingga kemudian mendapatkan 40 mahasiswa dari guru madrasah. Ia berharap pada tahun ajaran ini mendapat lagi mahasiswa dari guru madrasah.

“Semoga kita (Unisma) masih masuk list (daftar) sebagai penyelenggara,” harapnya.
Sementara itu, Prof Dr Phil Nur Kholis Setiawan MA

Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag datang ke Unisma dalam kuliah tamu “Peran Guru Agama Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Pembelajaran Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)”.

Pesertanya adalah para guru madrasah yang mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Unisma. Nur Kholis menyampaikan kondisi global saat ini dimana tak ada satupun perusahaan berdiri sendiri. “Minimal harus berjejaring,” jelas dia.

Ia mencontohkan perusahaan jasa penerbangan saja untuk masuk ke wilayah lain harus bergabung dengan lainnya.
“Belum lagi masalah produk. Merek Taiwan, produksi di Kerawang,” katanya.

Batas-batas geografis dan geokultural sudah semakin hilang. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi bagian dari peradaban itu.
Sementara itu tentang madrasah, jelas dia, akan makin dibekali dengan keahlian untuk menghadapi tantangan zaman. Menurut dia, sudah ada 222 MA yang sudah punya keahlian dan tahun 2016 akan makin ditingkatkan.

“User dunia industri tidak hanya melihat di atas sertifikat, tapi justru yang dilihat adalah honesty-nya/kejujuran,” ujarnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: