Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Penembakan di Sekolah Kanada, 4 Orang MD

Penembakan di Sekolah Kanada, 4 Orang MD

Sketsanews.com – “Setelah ia menembak kedua saudaranya, ia berjalan kembali ke sekolah dan dia menembak guru dan seorang gadis. Mereka berdua tewas. [Seluruhnya] terdapat empat orang yang meninggal,” kata Lemaigre.

 

Melansir dari CNN, Seorang pria bersenjata menyerang sebuah sekolah di wilayah komunitas terpencil dan miskin di Kanada, menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya. Pejabat setempat menyebut serangan ini sebagai aksi kekerasan di sekolah yang terburuk selama beberapa dekade.

Dilaporkan Reuters, polisi menyatakan pria bersenjata penyerang sekolah komunitas di daerah La Loche, Saskatchewan, 600 km sebelah utara dari kota Saskatoon, pada Jumat (22/1) kini berada dalam tahanan polisi.

Wali kota setempat, Kevin Janvier, menyatakan bahwa putrinya, Marie, 23, pengajar di sekolah tersebut, termasuk dalam korban yang meninggal karena ditembak mati oleh pelaku, yang hingga kini identitasnya belum dipublikasikan.

Salah satu siswa La Loche, Noel Desjarlais menyatakan keapda Canadian Broadcasting Corporation bahwa dia mendengar sejumlah tembakan di sekolah yang memiliki 900 siswa itu.

“Saya berlari ke luar sekolah. Ada banyak yang berteriak, ada sekitar enam atau tujuh tembakan sebelum saya sampai di luar [sekolah]. Saya yakin masih ada tembakan lagi ketika saya sudah di luar [sekolah],” kata Desjarlais.

Menembak saudaranya

Seorang teman dari keluarga tersangka, Joe Lemaigre, menyatakan bahwa sang tersangka, yang masih berusia remaja, sempat menembak dua saudaranya, sebelum berangkat ke sekolah dan menembak seorang guru beserta seorang asisten.

“Setelah ia menembak kedua saudaranya, ia berjalan kembali ke sekolah dan dia menembak guru dan seorang gadis. Mereka berdua tewas. [Seluruhnya] terdapat empat orang yang meninggal,” kata Lemaigre.

“Saya kenal keluarganya. Sang ibu tengah bekerja di Fort McMurray dan kakeknya tengah pergi ke Meadow Lake untuk berbelanja. Saat itulah dia menembak mereka,” ujarnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: