Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Headlines, News Lomba Sholat Subuh Berjamaah berhadiah 1 Miliar

Lomba Sholat Subuh Berjamaah berhadiah 1 Miliar

Sketsanews.com –  “Kami berharap dengan adanya lomba ini dapat memakmurkan masjid dan memotivasi masyarakat untuk shalat subuh berjamaah di masjid lingkungannya,” ujar Demaz Fauzi Hadi.

Rabbani Gelar Lomba Shalat Subuh Berjamaah Berhadiah Satu Miliar | Foto via Republika.co.id ‏@republikaonline

Sebuah retail busana Muslim, Rabbani menyelenggarakan lomba Gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah se-Indonesia. Bertemakan Rabbani Masjid Competition 2016 pemenang akan mendapatkan hadiah total Rp 1 Miliar.

Project Manager Gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah Rabbani Demaz Fauzi Hadi mengatakan tujuan lomba ini adalah untuk memakmurkan masjid se-Indonesia. “Kami berharap dengan adanya lomba ini dapat memakmurkan masjid dan memotivasi masyarakat untuk shalat subuh berjamaah di masjid lingkungannya,” ujar dia kepada Republika.co.id, Ahad (24/1).

Lomba yang ini dibuka sejak Januari 2016 hingga 2026. Pihaknya menargetkan seluruh masjid di Bandung Raya dapat ikut serta. Tidak hanya itu, masjid di seluruh Indonesia juga dapat ikut serta.

Demaz mengaku dengan adanya penyelenggaraan lomba ini tidak ada kekhawatiran jamaah yang memenuhi masjid ikhlas beribadah atau hanya sekadar mengharapkan hadiah.

Menurut dia soal ikhlas atau tidak, hanya hamba dan Allah SWT yang Maha Tahu dan menilai. Pihaknya tidak dapat menilai nantinya masjid penuh karena jamaah shalat subuh mengharapkan hadiah.

Demaz mengaku bahwa perusahaan ingin berkontribusi untuk memberi motivasi karena umat Islam saat ini perlu mendapatkan motivasi dalam beramal. “Yang jelas mereka yang tidak mau shalat subuh berjamaah di masjid artinya tidak tertarik dengan dahsyatnya pahala dari Allah SWT,” jelas dia.

 

Kriteria Lomba Rabbani Masjid Competition 2016 | Gerakan Sholat Shubuh berjamaah berhadiah 1 miliar

Kriteria masjid yang dapat mengikuti lomba ini di antaranya masjid tersebut harus memiliki jamaah shalat subuh sebanyak shalat Jumat. “Berarti masjid yang dapat mengikuti lomba adalah yang biasa atau rutin dipakai untuk shalat Jumat,” ujar dia kepada Republika.co.id, Ahad (24/1).

Mereka juga harus memenuhi persyaratan administrasi seperti alamat, foto, luas tanah, luas bangunan, jumlah rata-rata jamaah shalat Subuh saat ini dan data diri pengurus masjid. Setiap bulan mereka juga harus rutin mengirimkan foto kondisi jamaah shalat Subuh.

Demaz mengingatkan bagi masjid yang menang di tahun sebelumnya, maka tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti lomba di tahun berikutnya. “Hadiah akan diberikan setiap akhir bulan Syawal,” katanya. Khusus bulan Ramadhan dan masjid yang telah sukses memiliki jamaah shalat subuh sebanyak shalat jumat tidak dapat mengikuti lomba ini.

(in)

%d blogger menyukai ini: