Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Opini Antisipasi Radikalisme, Data Pesantren Dimutakhirkan

Antisipasi Radikalisme, Data Pesantren Dimutakhirkan

Sketsanews.com – Untuk mengantisipasi berkembangnya faham dan gerakan radikalisme atas nama agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas kembali memutakhirkan data pondok pesantren yang ada di wilayah Banyumas. Melaui pemutakhiran data inilah, diharapkan ijin pendirian pesantren hingga opersional pesantren terpantau jelas.

pesantren-382x241

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Banyumas, Afifudin Idrus mengatakan ijin opersional pesantren berlaku selama lima tahun. Untuk itulah bagi pesantren yang telah habis masa ijin operasionalnya untuk segera memperbarui kembali.

“Ini juga menjadi bagian kami untuk memantau kegiatan pesantren yang ada di Banyumas agar tidak bertentangan dengan nilai agama dan NKRI,” jelasnya.

Afif mengungkapkan selama ini banyak faham dan gerakan yang mengatsnamakan agama muncul tak terkeuali di Banyumas. Hilangnya sejumlah warga karena diduga turut serta dalam gerakan sesat Geraka Fajar Nusantara (Gafatar) hingga pendukung tindak terorisme diharapkan tidak terulang lagi di Banyumas sebagaimana pernah terjadi.

“Makanya kami berharap agar pesantren menjadi tempat bersemainya faham ajaran agama Islam yang menjadi rahmat seluruh alam. Jadi selain aspek religius, aspek bela negara, bangsa, kemanusiaan dan lingkungan tetap bisa dijalankan,” ujarnya.

Perkuat Pendidikan Pesantren

Pengurus Majelis Ulama Indonesia sekaligus dosen IAIN Purwokerto, Muhammad Roqib juga mengatakan pendidikan keagamaan khususnya yang dilaksanakan warga NU diharapkan diteruskan. Pasalnya pendidikan yang telah dibangun dengan dasar filosofi dan idealitasnya sendiri mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan pendidikan yang lain. Pendidikan NU menempati posisi strategis sebagai lembaga pendidikan alternatif, partisipatis dan komplementer. Keberadaan 28.000 pesantren di tanah air menginspirasi lahirnya sistem pendidikan formal berbasis pesantren.

“Keberadaan berbagai lembaga pendidikan formal dan non formal NU ini telah menjadi komplemen bagi pendidikan di Indonesia yang ada sekarang. Apalagi dengan ajaran ahli sunnah wal jamaah, pendidikan NU meniscayakan penguatan karakter Islam yang toleran, seimbang dan memperkuat nilai nasioalisme dan patritisme terhadap NKRI,” katanya.

Roqib menekankan kembali arah perjuangan para pendidikan dan sumber daya manusia NU yang ada saat ini agar diorientasikan kepada kemaslahatan umat dan keutuhan NKRI. Era globalisasi harus disikapi warga NU sebagai dengan bijak dan menggerakan seluruh bagian dari sumber daya NU untuk memajukan pendidikan.

“sesanti mempertahankan tradisi lamayang baik dan mngambil tradisi baru yang lebih baik harus benar-benar menjadi dasar bagi sikap kita dalam menghadapi globalisasi. Komitmen dan niatan seluruh sumber daya manusia yang ada di NU harus benar-benar digerakan dalam langkah yang strategis dan taktis dalam memajukan pendidikan,” katanya.

(Jp/Suara Merdeka)

%d blogger menyukai ini: