Sketsa News
Home Berita Terkini, News Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris Indramayu

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris Indramayu

Sketsanews.com – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah dua terduga teroris, inisial AH dan WF, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Polisi menyita sejumlah dokumen dari dua pria tersebut.

“Penggeledahan terhadap rumah AH dan WF dilakukan petugas gabungan dari Mabes Polri, Satbrimob Polda Jabar dan Polres Indramayu,” kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono via pesan singkat, Rabu (27/1/2016), dilansir dari Detik.

Proses penggeledahan berlangsung pada Selasa (26/1) kemarin, mulai pukul 09.50 WIB hingga pukul 15.05 WIB. Tim gabungan mengawali pencarian barang bukti di dua bangunan tempat AH yaitu di Desa Mekarjati dan Desa Cipancuh yang masuk Kecamatan Haurgeulis.

“Tim menemukan berbagai dokumen,” kata Pudjo.

Setelah itu, polisi bergerak menuju rumah WF di kawasan Karangmalang, Kecamatan Indramayu. “Banyak dokumen yang ditemukan. Seluruh barang bukti dibawa tim Inafis Polres Indramayu,” katanya.

Dia tak menjelaskan mengenai jenis dokumen apa saja yang disita petugas gabungan dari dua orang tersebut. “AH dan WF terduga jaringan teroris,” kata Pudjo.

Informasi dihimpun, AH dan WF merupakan terduga teroris yang masih disinyalir satu kelompok dengan pelaku peledakan bom dan serangan besenjata di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. Selama penggeledahan di tempat AH dan WF, petugas tidak menemukan bom atau bahan peledak.

Pantauan yang dihimpun Liputan6, AH diketahui merupakan pemasok warga yang ingin berjihad. Di mata lingkungannya, AH dikenal oleh warga sebagai ustad yang suka memberangkatkan orang ke Negeri Syam (Syiria) untuk jihad.

Sedangkan WF, merupakan eks-kombatan yang baru pulang dari Suriah dan mengawini wanita Indramayu.

“Dia (WF) bahkan pernah menikahkan seorang janda dengan temannya yang asal Bekasi. Setelah kawin, mereka berangkat ke Negeri Syam,” tutur tetangga WF di Kelurahan Karanganyar Kota Indramayu yang enggan disebutkan namanya itu.

Dalam penggeledahan itu, AH ditangkap di rumahnya. Sedangkan WF warga asli dari Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, dibekuk di tempat kerjanya di toko bahan bangunan di Kota Indramayu. Saat ditangkap, WF membawa tas yang diantaranya berisi laptop.

“Laptop itu tersimpan di ransel yang tak pernah lepas dari tubuh WF. Kemungkinan Densus membuka seluruh isi laptop yang terkait aktifitas WF dan teman-temannya,” tutur tetangganya di Karanganyar.

Pada penggeledahan tersebut, Densus 88 memeriksa rumah keduanya untuk mencari barang-barang berbahaya. Di Mekarjati, penggeledahan bahkan sampai harus ke musala yang dikhawatirkan menjadi tempat penyimpanan bahan peledak.

 

Penangkapan Ustadz Ali Hamka Indramayu

Sebelumnya diberitakan, Di Kota Indramayu, seorang ustadz bernama Ali Hamka ditangkap Densus 88 pada Jum’at (15/1/2016) pagi sekitar pukul 10.00 WIB didekat rumahnya yang beralamat di Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu depan bengkel motor F Jaya Motor.

“Tolong yang punya kontak ustadz Ali Hamka jika ada yang SMS atau nelfon jangan diangkat. Karena beliau baru saja disergap komplotan gabungan. Itu SMS dari anak perempuan ustadz Ali. Dan sudah ana telpon anak perempuannya, dan bilang iya. Ustadz Ali ditangkap dibawa pake mobil,” ujar kerabat ustadz Ali bernama Andi (nama samaran) kepada Manjanik pada Jum’at (15/1/2016) siang.

Andi menambahkan, ustadz Ali Hamka aktivitas sehari-harinya hanya mengajar ngaji ibu-ibu jamaah pengajian disekitar tempatnya dan sekarang sedang merintis pondok pesantren (ponpes) untuk anak-anak yatim. Untuk itu pihak keluarga tidak percaya dengan klaim kepolisian yang menuduh ustadz Ali terlibat terorisme.

“Langkah keluarga ingin segera bebas. Karena keluarga yakin beliau tidak bersalah. Keluarga juga akan menghubungi TPM, Pak Michdan untuk bantuan hukum. Beliau santrinya banyak, anak yatim dan para janda. Saat ini beliau juga sedang mendirikan masjid dan ma’had untuk yatim dan para dhuafa,” ungkapnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: