Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Sebentar Lagi, Nasyid Islami Ini Akan Dibredel, Ketika Indonesia Benci Kata “Jihad”

Sebentar Lagi, Nasyid Islami Ini Akan Dibredel, Ketika Indonesia Benci Kata “Jihad”

Sketsanews.com – Sebuah Berita Rasis di Koran Sindo terpampang lebar, Berita yang berjudul ” Buku Anak Islam Suka Membaca Ajarkan Jihad Tersebar di Makassar” begitu menyayat hati, dimana Jihad dikampanyekan Pemerintah sebagai sesuatu yang jahat dan mengerikan, Jika saja mereka membuka semua Kitab diseluruh Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Stanawiyah sampai Madrasah Aliyah semuanya mengajarkan jihad, Karena Jihad adalah bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa ditinggalkan.

Judul tulisan dari laman koran sindo
Judul tulisan dari laman koran sindo

Islam tidak diterima sebagian dan tidak ditolak sebagian, Islam diterima sebagai ajaran yang utuh dan komplit, tidak setengah-setengah. Kampanye Anti Jihad sama saja Kampanye Anti Islam, karena Jihad tidak bisa dipisahkan dari struktur Keyakinan seorang Muslim.

Membenci “Jihad” sama artinya membenci sebagian dari Isi Al-Qur’an dan itu artinya secara utuh membenci Al-Qur’an itu sendiri, Mengapa Kata “Jihad” dipermasalahkan, Sedangkan Dalam Islam sendiri BAB “Jihad” adalah bagian yang diyakini sebagian dari Ibadah yang mulia.

Sebuah kampanye Anti Islam secara terstruktur, Sistematis dan Masif sedang terjadi di Negeri ini, diawali dengan Teror Bom, Lalu Teror tersebut dikaitkan dengan Kelompok Islam, lalu dikaitkan dengan Kata “Radikal” lalu Kata Radikal dikaitkan dengan Kata “Jihad”, Sebuah Penggiringan yang sangat tersturtur.

Dengan demikian maka Semua Buku yang mengajarkan Jihad harus dihapuskan, kalau begitu termasuk Al-Qur’an dan Hadits harus dihapuskan karena mengandung Kata “Jihad” didalamnya, Menghapus Kata Jihad dalam Al-qur’an itu artinya menolak secara keseluruhan dari Al-Qur’an dan itu artinya menolak Islam adan Kaum Muslimin ada di Negara ini.

Sebuah Kalimat dalam Berita Koran Sindo itu ” Buku-buku yang memuat kata-kata radikal itu ditemukan di sekolah Yayasan TK Pertiwi, di Jalan Landak Baru Makassar”

Kata-Kata Radikal, Apa kata-kata Radikal itu? Kata-Kata Radikal yang Pemrintahan Jokowi maksudkan adalah Kata “Jihad”, Siapa yang Radikal itu? yang Radikal itu adalah Teroris, Siapakah Teroris itu ? Mereka yang menggunakan Kata Jihad dalam kehidupannya, Siapa yang selalu menggunakan Kata Jihad dalam kehidupannya? Mereka adalah Muslim, maka Muslim itu = Teroris.

Sebuah Penggiringan agar orang-orang menjauhi Muslim, atau orang Islam akan benci dengan Keislamannya sendiri, Diera Pemerintahan Soekarno ini hanya diajarkan oleh Kelompok Komunisme yang menghabisi Ulama dan Pesantren era itu.

Jihad, Merupakan salah satu ajaran yang memang ada dalam Islam, bahkan saking mulianya Jihad, Tim Nasyid Shotul Harokah membuat Nasyid dengan Judul “Allah Ghoyatunna”, Coba simak liriknya :

Bingkai Kehidupan – Shoutul Harokah

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan

setiap tetes peluh dan darah
tak akan sirna di telan masa
segores luka di jalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan

Allah ghoyatuna, arrosul qudwatuna
Alqur’an dusturuna, aljihad sabiluna
Almautu fi sabilillah, asma’ amanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Alqur’an pedoman hidup kami
jihad adalah jalan juang kami
syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

Sebutlah ada 2 Kata yang dianggap Pemerintahan Jokowi yang diimplementasikan Densus 88 dan Kementerian Pertahanan Keamanan sebagai kata Radikal yaitu : JIHAD dan MATI SYAHID, Jihad dan Mati Syahid ajaran paling tinggi dalam Islam, Lalu akankah Nasyid dan Munsyid ini akan dibredel dan akan dituduh sebagai Nasyid Teroris? Oh Tuhan, Betapa dungunya Pengelola Bangsa dan Negara ini. Sehingga tidak belajar lebih dalam tentang hal-hal yang memang merupakan bagian yang dipelajari dalam Islam walaupun mereka mengaku sebagai seorang Muslim.

Penulis : ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan

(By/bataranews)

%d blogger menyukai ini: