Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ada Logo Mirip Palu dan Arit, 7 Spanduk HUT PDI-P di Magelang Dicopot

Ada Logo Mirip Palu dan Arit, 7 Spanduk HUT PDI-P di Magelang Dicopot

Sketsanews.com – “Maaf buat Rekan2 di PDIP, Ini “Kreatifitas” yang ANEH. Wajar kalau Masyarakat menolak ” Kata Roy Suryo.

“Unsur gambar palu dan arit sangat kuat. Ini sangat sensitif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, maka kami copot,” ujar Kepala Satpol PP Kota Magelang Retno Rini S, Senin (25/1/2016) malam.

 

Harian Kompas mewartakan, Petugas Satpol PP menemukan logo mirip palu dan arit dalam spanduk ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-43 yang terpasang di sejumlah titik di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Spanduk berwarna merah darah itu terpaksa dicopot karena dinilai memicu kontroversi di tengah masyarakat.

logo-43-pdip-mirip-palu-arit-pkiKepala Satpol PP Kota Magelang Retno Rini S menjelaskan, angka 4 dan 3 didesain sedemikian rupa menjadi mirip palu dan arit. Logo tersebut dinilai sensitif bagi masyarakat karena mengingatkan tragedi nasional tahun 1965 silam.

“Unsur gambar palu dan arit sangat kuat. Ini sangat sensitif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, maka kami copot,” ujar Retno, Senin (25/1/2016) malam.

Spanduk-spanduk ini diketahui dipasang oleh DPC PDI-P Kota Magelang. Retno mengaku telah mendapatkan ijin dari Badan Kesbangpol dan Linmas setempat serta pihak DPC PDI-P Kota Magelang.

Tujuh spanduk tersebut didapat dari tiang reklame di Kampung Karanggading (dua buah), RSU Tidar Kota Magelang, Balai Pelajar Jalan Pahlawan, Jalan Raden Saleh, Armada Estate, Tugu Wolu.

“Pencopotan ini merupakan langkah terbaik agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat. Saat ini, spanduk-spanduk tersebut disimpan dan amankan di Kantor Satpol PP,” kata Retno.

Kasi Operasional Ketentraman dan Ketertiban (Tantrib) Satpol PP, Otros Trianto, menambahkan bahwa informasi adanya gambar tersebut didapat petugas Kodim 0705/Magelang.

“Dari infromasi itu kami langsung mencermati, dan benar adanya. Ternyata spanduk itu cukup banyak terpasang di Kota Magelang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Kota Magelang Budi Prayitno saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut. Budi justru menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Sampaikan maaf kepada masyarakat,” ucapnya singkat.

(in)

%d blogger menyukai ini: