Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Sulitnya Mencari Mata Pencaharian Ditengah Negeri “Gemah Ripah Loh Jinawi”

Sulitnya Mencari Mata Pencaharian Ditengah Negeri “Gemah Ripah Loh Jinawi”

Sketsanews.com – Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi. Begitu yang sering kita dengar tentang kekayaan alam Indonesia. Namun rakyat Indonesia sendiri masih banyak yang belum mempercayai “jargon” tersebut.

13 Nelayan tewas di sekitar perairan di Pantai Kelisa, Sungai Tegah, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor, Malaysia
13 Nelayan tewas di sekitar perairan di Pantai Kelisa, Sungai Tegah, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor, Malaysia

Betapa tidak, penduduk miskin negeri ini semakin tahun makin meningkat. Bahkan rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pengangguran sejak Agustus lalu sudah meningkat.

Dilansir dari bataranews, Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan kedelapan tahun ini sebanyak 7,56 juta orang atau 6,18 persen. Angka tersebut naik dari periode yang sama 2014 sebesar 5,94 persen atau 7,24 juta orang. (Baca: BPS Umumkan Angka Pengangguran Meningkat, Total 7,56 Juta Orang)

Bukan hanya angka pengangguran meningkat yang menjadi salah satu penyebab “KEMISKINAN” di Negeri Ini, tetapi sulitnya mencari mata pencaharian yang bisa menopang kebutuhan hidup.

Nasib buruh, petani, dan nelayan kian memprihatinkan. Padahal dari merekalah kita bisa menikmati makanan enak. Kenyataannya, berbanding terbalik. Gaji para buruh di negeri ini tergolong murah dibanding dengan negara tetangga lain. Upah yang tak layak ini mengakibatkan ekonomi mereka sulit bergerak, bahkan cenderung berkurang.

Nasib para petani pun tak kalah nahas. Mereka dicekik dengan harga pupuk dan bibit tanaman yang mahal, sedangkan hasil pertanian mereka dihargai murah. Miris!

Pun dengan nasib para nelayan. Mereka bertaruh dengan ganasnya ombak di lautan. Selain itu, mereka harus membeli bahan bakar untuk perahu atau kapal yang akan mereka gunakan untuk mengarungi samudera.

Namun hasil tangkapan mereka, lagi-lagi tidak sesuai dengan resiko dan modal yang dikeluarkan untuk memperolehnya.

Baru-baru ini terjadi musibah yang menimpa para nelayan kita. Sebanyak 13 nelayan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, terapung di sekitar perairan di Pantai Kelisa, Sungai Tegah, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor, Malaysia, Rabu (27/1/2016). (Sur)

%d blogger menyukai ini: