Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Opini Gawat, Ngritik LGBT terpasal Hate Speech?

Gawat, Ngritik LGBT terpasal Hate Speech?

Sketsanews.com – Pasal Hate speech tampaknya menuai kontroversi. Beberapa diskusi panas di Twitland mempermasalahkan kaum LGBT yang merasa diatas angin karena ada payung hukumnya, Surat Edaran (SE) Nomor SE/6/X/2015 yang dirilis oleh Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti dikeluarkan pada 8 Oktober 2015 lalu.

Pada halaman 3 point g disebutkan, bahwa ujaran kebencian yang dimaksud diatas, bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dari/kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas yang dibedakan dari aspek. ..point ke 11. Orientasi seksual.

Awas. Ngritik LGBT bisa kena pasal Hate Speech. Ternyata ini ujungnya. |  Mustofa Nahrawardaya @TofaLemon

 

 

//twitter.com/DPR_RI/status/692881507342356480

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan bahwa Negara Kesatuan Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak memberikan ruang bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“Jangan salah paham, kita menerima keberadaan mereka, tetapi tidak ada ruang untuk mereka mengembangkannya, karena budaya kita sangat berbeda dengan budaya di Eropa atau Amerika. Kalau mereka mau seperti itu, silahkan keluar dari Indonesia,” kata Sodik, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1/2016), dikutip dari DPR.go.id.

“Saya minta kepada semua elemen masyarakat, lembaga masyarakat, dan Pemerintah, kita budaya Indonesia, kita beda dengan budaya di amerika dan eropa. Kita sejarah panjang eropa dan amerika tempat berkembang LGBT. Beda dengan sejarah panjang kita, tidak ada budaya, adat, hukum yang memberikan ruang semacam itu,” tegasnya.

//twitter.com/Bg_MarOne/status/690391916232478720

 

Dalam Tafsir Al-Azhar, Prof. Hamka menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum Luth’, sehingga mereka diazab dengan sangat keras oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Hamka sampai menyebut bahwa perilaku seksual antar sesama jenis ini lebih rendah martabatnya dibandingkan binatang.

Binatang saja, kata Hamka, masih tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.: “… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).

Kerusakan perilaku seksual kaum Luth ini juga ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam:

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).

Di dalam Surat Hud ayat 82 dikisahkan: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”

Masihkah akan membela lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT)?

(in)

%d blogger menyukai ini: