Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pemisahan Narapidana Teroris, Kemenkumham Tunggu Petunjuk Pusat

Pemisahan Narapidana Teroris, Kemenkumham Tunggu Petunjuk Pusat

Sketsanews.com -Pemerintah berencana memisahkan tempat penahanan terpidana teroris dari narapidana lainnya sebagai upaya deradikalisasi ideologi. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng masih berkoordinasi dan menunggu petunjuk pusat terkait hal tersebut.

teroris1-320x241

Sebagaimana dilansir Suara Merdeka.com kepala Kemenkumham mengatakan bahwa Teroris ini termasuk extraordinary crime (kejahatan luar biasa), kami menuggu dari pusat soal itu. Bagaimana penempatan atau pemindahannya, Minggu (31/1).

Hingga akhir Januari ini, jumlah narapidana teroris di beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jateng ada 66 orang. Menurut Bambang, upaya deradikalisasi sebenarnya telah dilakukan dengan melakukan pembinaan serta mengisolasi narapidana teroris di lapas.

Langkah mengisolasi tu dilakukan untuk meminimalisasi komunikasi antara narapidana perkara teroris dengan kasus lainnya. Teroris yang sudah diisolasi jadi narapidana khusus itu bisa ditemukan di antaranya di Lapas Nusakambangan dan Lapas Kelas I Kedungpane Semarang.

“Sel khusus (teroris- ) ini sebenarnya sudah ada sejak dulu,” tandas Bambang.

Saat disinggung kabar gembong narkotika Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba yang bergabung dengan kelompok teroris Islamic State (IS), hal itu dinilainya perlu didalami. Dengan kriterianya yang belum jelas, sulit menentukan warga binaan lapas apakah bergabung dengan IS.

Meski demikian, Kemenkumham akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan perkara teroris.

Seperti diberitakan sebelumnya, Freddy Budiman dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bogor sejak 11 Desember 2015. Sebelumnya dia ditahan di LP Batu, Nusakambangan. Saat itulah dia diduga berinteraksi dengan Aman Abdurrahman dan kelompoknya, yang juga ditahan di Nusakambangan.

Aman sendiri disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi IS di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri kini tengah mendalami kabar tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, bakal memberikan perlakukan khusus serta memisahkan tempat penahanan narapidana teroris dengan narapidana lainnya sebagai upaya deradikalisasi ideologi.

Tujuan pemisahan ini supaya narapidana teroris tidak bisa menyebarkan faham radikalisasi terhadap narapidana lain.

(Jp)

%d blogger menyukai ini: