Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ini Daftar Peminum Oplosan Miras Maut di Sleman

Ini Daftar Peminum Oplosan Miras Maut di Sleman

Sketsanews.com -“Kami mencatat korban tewas yang sebelumnya terdata 15 orang bertambah lagi menjadi 21 orang,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar, Minggu.

Satpol PP Sleman akui kecolongan miras oplosan maut | Elshinta.com ‏@ElshintaDotCom

AKP Sepuh Siregar mengatakan, dari 21 korban tewas, 19 di antaranya mengonsumsi minumas keras oplosan yang diramu tersangka Sasongko warga Depok, Kabupaten Sleman.

“Rata-rata mahasiswa ada yang wanita juga. Dari 21 korban tewas, 12 di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa yang sebagian besar berstatus sebagai mahasiswa bahkan tinggal di sejumlah asrama daerah asal mereka. Kemudian enam warga Kota Yogyakarta, dan tiga korban tewas lainnya berasal dari Sleman,” katanya, dikutip dari AntaraNews.

Melansir dari TribunNews, Korban meninggal akibat minuman keras (miras) opolosan buatan Sasongko terus bertambah. Berikut daftarnya :

Daftar Korban Miras Oplosan di Sleman

1. Arzani wanimbo (19) warga Tolikara Papua, meninggal di di RS Hidayatullah 4 Februari, pukul 06.00.
2. Marcelius Melky ( 23) warga Edara Papua meninggal di RS Sardjito 5 Februari, pukul 01.00
3. Mikison Kogaya (20) warga Puncak Jaya Papua meninggal di RS Sardjito 5 Februari, pukul 00.10.
4. Johanes Auri Chosby (23) warga Papua, masuk RS Bethesda dan meninggal 4 Februari.
5. Yakison Telenggen, warga Puncak Jaya Papua
6. Tendinus Tabuni (22), warga jayapura Selatan Papua.
7. Fajar Bayu Putra (20) warga Sukaraja Seluma Bengkulu, meninggal di RS Hidayatullah 3 Februari pukul 17.00
8. Nur Bahri Nur Rifai (18), warga Ternate Malut, meninggal di RS PKU Muhammadiyah.
9. M. Rivaldi Syahputra (21) warga Gowongan Jetis Jogja meninggal di RS PKU Muhammadiyah dan telah dibawa ke Medan.
10. Muhammad Hi. Hasan (19) warga Tidore Malut, meninggal di RS Hidayatullah.
11. AlQurni Nur Ramadhan (26) warga Gondokusuman, masuk RS Bethesda pada tanggal 5 Fenruari pukul 02.00 dan meninggal pukul 04.00 WIB.
12. Suwasono (51) warga Klitren, dan,
13. Hendra Sayogya (48), warga Klitren masuk RS Bethesda dan meninggal pada tanggal 4 Februari pikul 20.00 WIB.
14. Endro Sriharjanto (32) warga Timoho Umbulharjo meninggal di RS Bethesda 4 Februari.
15. Stephanus Dony Tamtomo,(38) warga Karangjambe Banguntapan Bantul, dirawat di RS Sardjito 4 Februari pukul 13.00 WIB diperbolehkan pulang, namun 5 Februari pukul 04.00, sakit kembali dan meninggal di RS Hardjolukito pukul 06.00 WIB.
16. Madiyo Saroyo (57), warga Sumberagung, Moyudan, sleman, meninggal di RS Bethesda.
17. Veris Luber Joko Isdianto (28) warga Tahunan Umbulharjo meninggal di RS Bethesda.
18. Hengky Wonda (23)warga Ilu, Puncak Jaya dan
19. Manggun Kogoya (23) warga Tolikara, Wamena.. Keduanya meninggal di RSUP Dr Sardjito.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Sleman menangkap Sasongko (45) warga Dusun Ambrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman dan istrinya Sori Badriyah (42) yang merupakan peracik minuman keras oplosan, Jumat (5/2).

Selain itu Polsek Seyegan Sleman juga mengamankan pasangan suami istri Murtini (35) dan Priyanto (35) warga Margoluwih, Seyegan karena minuman keras yang dijual menewaskan Sarimin (35) dan Anang, (35).

Selain menahan Sasongko, Polres Sleman juga menetapkan istrinya, Sori Badriyah sebagai tersangka yang kini ditahan di ruang tahanan wanita Polsek Beran Sleman.

“Badriyah berperan ikut meracik miras dan menjual minuman keras seperti Sasongko. Secara umum, kedua tersangka meracik minuman keras dengan bahan etanol, air mineral, sari gula dan perasa buah,” katanya.

Sementara itu dalam olah TKP yang dilakukan di rumah tersangka tersebut difokuskan di tempat penyimpanan botol kemasan minuman keras dan lokasi peracikan di dapur sisi belakang yang berdekatan dengan sumur.

Polisi berupaya mengumpulkan sejumlah barang yang diduga sebagai bahan dan alat untuk mengoplos minuman keras, mulai dari perasa buah, air mineral, dan botol air mineral.

Petugas juga mengamankan beberapa benda atau bahan mencurigakan seperti tawas dari dalam kamar yang diduga sebagai penjernih miras setelah dioplos.

“Dalam olah TKP kami menemukan obat serangga cair di dalam rumah tersangka,” ujar Sepuh, seperti yang dikutip dari CNN.

“Data terakhir kami ada 24 orang yang meninggal,” menurut Kapolres Sleman, DIY, AKBP Yulianto., Minggu (07/02), dikutip dari BBC,

(in)

%d blogger menyukai ini: