Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Ada 1.178 Perusahan Pers Terdaftar di Dewan Pers

Ada 1.178 Perusahan Pers Terdaftar di Dewan Pers

Sketsanews.com -Pasca tumbangnya rezim Presiden RI ke-2 Soeharto, peran kebebasan pers terbuka lebar. Hal itu didukung dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ditambah pula kemajuan teknologi yang kian canggih, media pemberitaan online tumbuh subur.

on

Keberadaan media atau perusahaan pers tentu harus terdaftar di Dewan Pers. Berdasarkan data yang diperoleh Okezone dari laman resmi Dewan Pers, setidaknya ada 1.178 perusahaan pers terdaftar. Data tersebut mencatumkan hasil verifikasi serta waktu pembaruan pendaftaran dari masing-masing perusahaan pers.

Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi menyatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 15 ayat (2) poin g memiliki fungsi mendata perusahaan pers. Menurut dia, saat ini Dewan Pers mempublikasikan semua perusahaan pers yang mendaftar.

“Termasuk perusahaan pers itu memenuhi syarat atau tidak, kita masukkan ke dalam website. Jadi misalkan mereka belum terverifikasi secara administrasi atau lapangan, dia tetep ada datanya,” kata Imam saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Imam menjelaskan, jika perusahaan pers itu belum terverifikasi secara administrasi atau lapangan, mereka tetap ada datanya dalam website Dewan Pers. Data yang dimiliki Dewan Pers tentang perusahaan pers itu hidup, dalam arti terus diperbaharui dari waktu ke waktu.

“Misalnya ada perusahaan yang sudah terdafar secara lengkap baik administrasi atau lapangan, kemudian masuk laporan kalau perusahaan itu tak menggaji sesuai UMP, kemudian kita turunkan (hasil verifikasinya). Jadi datanya akan hidup,” tukasnya.

Menurut Imam, dalam momentum di Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2016 ini, perusahaan pers diimbau untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam melihat dunia pemberitaan dewasa ini. Sehingga, lanjutnya, perusahaan tak memandang pers sebagai bisnis semata.

“Jurnalisnya profesional, pengusahanya profesional dan kompeten dalam arti mereka melihat pers bukan bisnis biasa. Pers bukan lembaga ekonomi tetapi pers sebagai lembaga sosial. Dua hal itu harus dilakukan dengan harmonis. Jangan juga digunakan untuk kepentingan yang lain selain kepentingan publik,” tukasnya.

(Bz/Okezone)

%d blogger menyukai ini: