Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Delapan Pendaki terjebak di Gunung Raung akibat Badai

Delapan Pendaki terjebak di Gunung Raung akibat Badai

Sketsanews.com – “Salah satu orang tua pendaki menelepon saya dan memberitahukan bahwa anaknya bersama teman-temannya terjebak di Gunung Raung karena ada badai,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo.

Melansir dari MapalaPTM, Berdasarkan keterangan orang tua pendaki, lanjutnya, sejumlah pelajar sekolah menengah atas (SMA) Jember itu melakukan pendakian ke puncak Gunung Raung dan tiba-tiba ada badai menerjang saat hendak turun. Mereka pun tersesat di sana.

“Para pendaki itu belum bisa turun dan suhu udara di sana sangat dingin, sehingga kekhawatiran orang tuanya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kram perut dan sebagainya,” katanya.

Menurutnya, pihak BPBD Jember langsung melakukan koordinasi dengan tim Badan Search and Rescue (SAR) Nasional (Basarnas) terkait dengan terjebaknya delapan pendaki pelajar asal Jember itu.

“Beberapa nama pendaki yang dikabarkan terjebak itu yakni Wahyu, Alvian, Nico, Sulton, Yudha, Fandi, dan satunya pelajar perempuan. Itu nama-nama yang masuk ke BPBD Jember,” katanya.

Sementara informasi yang dihimpun, sejumlah pendaki yang terjebak tersebut sedang dievakuasi turun Gunung Raung, namun beberapa pendaki masih berada di atas karena cuaca buruk.

Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi itu statusnya masih waspada atau level II sejak 24 Agustus 2015, sehingga batas maksimal pendakian hanya sampai 2 kilometer dari puncak.

“Status Gunung Raung waspada, sehingga pendaki seharusnya tidak boleh naik ke puncak karena berbahaya,” katanya.

 

Update : 8 Pendaki Dikabarkan Selamat, walaupun sempat mengalami hipotermia

Tim SAR berhasil mengevakuasi pendaki Gunung Raung dengan selamat. 8 Pendaki yang sempat mengalami hipotermia itu mendapat perawatan medis karena kondisinya lemas.

“Alhamdulillah kondisi mereka baik-baik saja. Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas setempat,” kata Kukuh Triyatmoko, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2016).

Kepala BPBD Bondowoso ini menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter jika kondisi kesehatan mereka telah pulih kembali, kemungkinan bisa langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Selain mendapat pemeriksaan medis, mereka juga diistirahatkan dulu hingga kondisinya benar-benar pulih,” jelas Kukuh Triyatmoko.

8 Pendaki asal Jember melakukan pendakian ke gunung berketinggian 3344 mdpl tersebut sejak Minggu (7/2). Mereka merupakan siswa pencinta alam gabungan yang berasal dari SMAN 1 dan SMAN 4 Jember.

Karena kondisi cuaca hujan yang terus menerus dan disertai badai, mereka tak bisa melanjutkan pendakian ke puncak. Ke-8 pendaki tersebut mengalami hipotermia di Pos Pondok Sumur. Hipotermia adalah menurunnya konsisi tubuh akibat kedinginan.

Salah satu anggota tim kemudian berinisiatif memberitahukan kondisi mereka ke pos pendakian yang berada di Sumberwringin, Senin (8/2) sore. Kondisi itu kemudian diteruskan ke BPBD setempat maupun pihak terkait lainnya, termasuk tim SAR.

Malam itu juga tim SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 8 jam perjalanan dari pos terakhir Pondok Montor. Saat ditemukan, kedelapan pendaki tersebut dalam kondisi lemas dan kedinginan.

Setelah diberikan pertolongan darurat pertama, tim SAR kemudian membawa mereka turun ke Pos Pondok Montor. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas terdekat menggunakan ambulance yang memang sudah siaga di pos pendakian tersebut.

(in)

%d blogger menyukai ini: