Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Menko Darmin: Kiat Sukses Pertahankan Ekonomi Indonesia

Menko Darmin: Kiat Sukses Pertahankan Ekonomi Indonesia

Sketsanews.com – Pelemahan ekonomi global yang terjadi sepanjang 2015 sempat membuat berbagai kalangan pesimistis terhadap perekonomian Indonesia. Meski demikian, Indonesia masih berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup solid.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, berhasilnya Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk tidak mengikuti ‘irama’ perekonomian global. Sehingga, meskipun cukup terbebani dengan pelemahan ekspor dan penurunan harga minyak dunia, Indonesia dapat tetap mengalami pertumbuhan sebesar 4,79 persen.

Sumber foto: metrotvnews.com
Sumber foto: metrotvnews.com

“Kalau pengaruh ada, tapi kita juga sejak tahun lalu selalu berusaha tidak masuk di dalam ekonomi dunia. Kita melakukan sejumlah hal, lihat kuartal III dan IV sedikit membaik walaupun ekonomi dunia tidak membaik,” jelas Darmin saat ditemui di kantornya, Rabu (17/2/2016).

Laporan dari okezone.com, Darmin menambahkan, pada 2016 pemerintah akan tetap melanjutkan strategi yang sama dengan tidak mengikuti ritme perekonomian global. Salah satunya adalah dengan cara mengembangkan industri berbasis lokal seperti industri pariwisata.

“Kesimpulannya adalah memang seberapa bagus kita mendorong investor pada sektor industri dan pariwisata. Jadi kita berusaha meskipun ekonomi sedang melambat,” imbuh Darmin.

Saat ini, lanjut Darmin, upaya yang dilakukan oleh pemerintah sepanjang tahun 2015 telah mulai dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan rendahnya inflasi sepanjang Januari dan penurunan harga pangan.

Untuk itu, trik perkembangan ekonomi domestik ini akan tetap dilakukan di tengah arus investasi asing yang akan masuk ke Indonesia. “Inflasi bukan hanya soal minyak tapi juga data pangan. Saat ini kan pangan relatif sudah baik, jagung juga sudah turun,” pungkas Darmin.

Sekedar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga komoditas seperti CPO, tembaga dan batu bara kompak mengalami penurunan di atas 15 persen. Bahkan, nikel menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling tajam hingga 42 persen.

Tak hanya itu, perlambatan ekonomi China juga dikhawatirkan menjadi hambatan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, selama ini Indonesia begitu bergantung terhadap besarnya permintaan barang mentah dari China. (An)

%d blogger menyukai ini: